Masyarakat Yang Maju

Ilustrasi.(Foto : google images)
Ilustrasi.(Foto : google images)

BLITARTIMES – Tiap individu dianggap punya potensi, sehingga tidak dianggap sebagai objek yang perlu diatur-atur. Tiap individu diaggap bisa mengatur dirinya sendiri. Sejak lahir, sudah dianggap punya hak yang sama. Antara satu orang dan orang lain dianggap setara.

Tiap orang menganggap orang lain sebagai makhluk yang dihargai. Tidak ada ketakutan atau kesungkanan untuk mengungkapkan sesuatu. Tidak ada orang yang gila hormat. Orangtua tak meminta dituruti dan dipatuhi oleh anak-anak, remaja, kaum muda. Bahasa antara kaum muda dan kaum tua sama, tak dibeda-bedakan. Dan kalangan anak-anak justru mendapatkan jaminan perlindungan.

Anak-anak dan kaum muda pun menghormati orangtua bukan karena ketakutan atau keterpaksaan dalam diri atau karena budaya. Orangtua dihormati karena memang punya sesuatu untuk dihormati sebagaimana manusia lainnya. Sedangkan perbuatan melanggar hak-hak anak langsung mendapat hukuman secara sosial maupun moral.

Kebebasan menganut keyakinan sudah mengakar. Perbedaan keyakinan dan agama tak mungkin jadi soal. Orang memperalat agama untuk beroleh kekuasaan atau keuntungan material akan mudah tersibak, dan agama yang digunakan untuk kepentingan kekuasaan justru tak laku.

Tradisi penyimpangan dan penindasan dengan cepat akan mendapatkan respon kritis dari masyarakat. Sebab, tradisi pencerahan dan kontrol demokratik massa sudah berjalan lama sejak revolusi demokratik beberapa abad sebelumnya. Sejak revolusi itu melahirkan era Pencerahan (Aufklarung).

Di masyarakat maju itu, orang menjelaskan permasalahan dengan analisa ilmiah dan menangani persoalan dengan aktifnya. Masalah dengan cepat direspon. Kreativitas merespon persoalan membuat masalah dapat dijelaskan dan diatasi.

Sedang di sini, negeri terbelakang yang kian didominasi cara pandang kegelapan jilid II ini, orang- orang merespon masalah dengan bantuan kegelapan dan ketidakpastian. Ketidakpastian bisa membuat nyaman. Kepasrahan yang menjadi kebiasaan membantu melarikan diri dari persoalan. Persoalan demi persoalan pun menumpuk. Mungkin tumpukan yang kian berat akan membuatnya jatuh dan berserakan.

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]blitartimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]blitartimes.com | marketing[at]blitartimes.com
Top