Korban sudah dalam kondisi tewas tergantung hendak dievakuasi tetangga dan polisi. (foto : Babinsa Kelurahan Ngadirejo for BlitarTIMES)
Korban sudah dalam kondisi tewas tergantung hendak dievakuasi tetangga dan polisi. (foto : Babinsa Kelurahan Ngadirejo for BlitarTIMES)

Heru Wijayanto (36) warga Jl Agus Salim Kelurahan Ngadirejo Kota Blitar ditemukan tewas tergantung di langit-langit rumah pada Minggu (25/2/2018).

Diduga karena depresi jalani hidup, pria yang diketahui menantu anggota kepolisian di Polsek Kepanjen Kidul ini, nekat habisi nyawanya sendiri.

Informasi dihimpun BlitarTIMES,  korban pekerjaaanya adalah seorang pembubut kayu. Seperti biasa siang itu sekitar pukul 13.00, korban sedang membubut kayu d isamping rumahnya. Waktu itu orang yang sedang di rumah yakni bapak dan ibu korban sedang tidur dirumah.

“Jadi waktu itu bapak korban Mudjianto dan Ibu korban Suratin melihat anaknya kerja akhinya ditinggal tidur. Lalu setelah bangun mereka kaget menemukan anaknya telah terbujur kaku tergantung di kayu yang ada di langit-langit rumah,” ungkap Babinsa Kelurahan Ngadirejo Serma Kunto W kepada BlitarTIMES.

Penemuan tersebut sekitar pukul 15.00, setelah kedua orang tua korban mencari di sekeliling rumah. Tepat di ruang tamu korban tergantung di kayu atap dengan seutas tali tampat. Mengetahui hal tersebut orang tua korban melaporkan ke Polsek Kepanjenkidul.

“Setelah anggota unit identifikasi datang tidak ada tanda kekerasan dan keluarga juga menolak untuk diotopsi karena menerima kalau kejadian tersebut adalah musibah,” ujarnya.

Masih dengan Serma Kunto, korban diduga mengakhiri hidupnya karena deperesi menghadapi hidupnya. Dibuktikan ditemukan sepucuk surat di sebelah  tempat korban bunuh diri.

“Korban meninggalkan surat wasiat yang ditujukan kepada keluarganya secara garis besar berisi permohonan maaf dan menitipkan anaknya untuk dirawat dengan baik,” jelasnya. (*)