Polisi memeriksa jasad Kuselan yang tewas gantung diri.(Foto : Humas Polres Blitar)
Polisi memeriksa jasad Kuselan yang tewas gantung diri.(Foto : Humas Polres Blitar)

Diduga depresi akibat  sakit tak kunjung sembuh, seorang pria tua bernama Kuselan (69) gantung diri hingga tewas. Pria asal Lingkungan Pulerejo, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar itu ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tergantung dengan leher terikat tali di pohon nangka, Sabtu (10/3/2018) sekitar pukul 05.30 WIB.

Informasi yang diterima BLITARTIMES dari kepolisian menyebutkan, korban pertama kali ditemukan oleh Sukin (55), anak korban yang pagi itu hendak berangkat ke ladang.

“Sukin pagi itu perjalanan berangkat ke ladang. Saat melewati jalan setapak di belakang rumah dia melihat tubuh korban telah kaku menggantung di pohon nangka,” kata Kasubag Humas Polres Blitar, AKP Purwadi.

Seketika itu juga Sukin meminta tolong warga dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Lodoyo Timur.

“Warga dan polisi  kemudian menurunkan jenazah dari pohon. Selanjutnya jenazah dibawa pulang ke rumah. Dari pemeriksaan yang dilakukan polisi tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan ditubuhnya. Yang ditemukan tanda jeratan di leher,” terangnya.

Selain melakukan olah TKP, Polisi juga meminta keterangan saksi dan mengumpulkan barang bukti untuk dilakukannya Visum dan autopsi. Namun keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah dan membuat pernyataan penolakan autopsi.

 “Keluarga merelakan kematian Kuselan dan menolak untuk dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan. Dugaan sementara korban bunuh diri dikarenakan depresi akibat faktor kesehatan. Kabarnya korban lama sakit infeksi lambung dan tak kunjung sembuh,” kata dia.(*)