Lilik Andriani, Kepala Sub Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Bea Cukai Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Lilik Andriani, Kepala Sub Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Bea Cukai Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Selama ini vape atau rokok elektrik beredar bebas tanpa dikenakan pajak cukai.

Namun mulai Juli 2018, kondisi tersebut berubah karena Direktorat Jenderal Bea Cukai, Kementerian Keuangan mulai mengenakan cukai pada vape.

Rokok elektrik atau vape  dikenai cukai sebesar 57 persen mulai 1 Juli 2018. Isi vape (likuid) tembakau, diberlakukan sama dengan rokok, Konsumsi likuid atau cairan vape yang mengandung tembakau dapat merusak kesehatan, terutama paru-paru.

“Cukai untuk  rokok elektrik ini di dalam undang-undang masuk pada hasil pengolahan tembakau lainnya (HPPL). Liquid itu hasil pengolahan tembakau yang berupa cairan. Jadi yang dikenakan cukai bukan alatnya, tapi cairannya,” kata Kepala Sub Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Pratama Blitar, Lilik Andriani ditemui BLITARTIMES di ruang kerjanya, Rabu (18/7/2018).

Menurut dia, harga liquid bervariasi. Untuk produk dalam negeri harga mulai Rp 80 hingga Rp 100 ribu. Sementara produk impor dari luar negeri harga mulai Rp 300 hingga lebih dari Rp 500 ribu.

Seluruh produk liquid yang beredar di Indonesia dikenai cukai 57%.Pajak tersebut belum ditambah pajak-pajak lainnya yang berkaitan dengan tembakau.

“Sebenarnya cukai itu yang membayar adalah konsumen, tapi pengusaha kan mbayari dulu untuk pitanya itu.Cukai disebut pajak tidak langsung ya karena seperti itu, pajaknya dibayar dulu oleh pengusaha tapi sebenarnya yang mbayar konsumen,” terangnya

Lebih dalam Lilik menyampaikan, sejauh ini hingga pertengahan bulan Juli belum ada satu pun pengusaha rokok elektrik di Blitar yang daftar dan membayar pajak. Hal ini cukup ironis karena sejauh ini rokok elektrik sudah banyak beredar di masyarakat.

Kantor Bea Cukai Blitar menghimbau kepada pengusaha rokok elektrik untuk segera mendaftar ke Bea Cukai. Agar dalam menjalankan roda aktifitas lebih tenang.

Menurut Lilik, kemungkinan barang yang beredar saat ini adalah rokok elektrik yang dipasarkan sebelum bulan Juli, atau sebelum cukai rokok elektrik diterapkan pemerintah.

“Kami menghimbau kepada para pengusaha, importer rokok vape, untuk segera mendaftarkan diri ke kantor Bea Cukai. Agar usahanya tenang, sebab kalau legal kan lebih barokah bisnisnya,” pungkasnya.