Berantas Rokok Ilegal, Bea Cukai Blitar Gencarkan Sosialisasi

Lina  Andriani, Kepala Sub Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Bea  Cukai Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Lina Andriani, Kepala Sub Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Bea Cukai Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

BLITARTIMES – Upaya untuk memberantas peredaran rokok ilegal terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai.

Selain menggelar operasi, upaya tersebut juga dilakukan melalui sosialisasi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang cukai. Edukasi juga dilakukan dengan menyasar pedagang rokok dan pemilik toko.

“Setiap kali turun kebawah kami selalu memberikan edukasi kepada pedagang untuk tidak menjual rokok tanpa pita cukai. Dan rencananya kami juga akan memasang banner,” ucap Kepala Sub Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Pratama Blitar, Lina Andriani.

Guna memasifkan peredaran rokok ilegal, Bea Cukai Blitar kerap mengundang pembuat dan penjual rokok untuk diberikan sosialisasi atau penyuluhan.

“Jadi sosialisasi itu metodenya bermacam-macam. Ada yang langsung terjun berhadapan dengan penjual dan pembuat. Serta kita kumpulkan peserta dan kita beri penyuluhan,” tambahnya.

Lanjut Lina menyampaikan, rokok tanpa cukai seringkali ditemukan di daerah pelosok. Bea Cukai Blitar kerap menggelar sidak dan menemukan rokok illegal di wilayah Blitar selatan. Paling banyak petugas menemukan rokok ilegal di Kecamatan Wates.

Untuk pemberantasan rokok tanpa cukai pihaknya gencar memberikan sosialisasi dan edukasi. Namun apabila masih saja ada yang membandel Bea Cukai akan memberikan sanksi tegas kepada pembuat dan pengedar rokok tanpa cukai.

“Kalau satu atau dua kali kita tindak tetap saja ya terpaksa pembuatnya (rokok) kita serahkan ke kejaksaan. Prosesnya kita naikkan lebih ke undang-undang. Pembuat dan pengedar rokok tanpa pita cukai dijerat Pasal 54 UU No 39 Tahun 2007, hukumannya pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun. Dan dendanya palig sedikit dua kali nilai cukai dan paling banyak lima kali nilai cukai,” tutupnya.

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Moch. R. Abdul Fatah
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]blitartimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]blitartimes.com | marketing[at]blitartimes.com
Top