Asyiknya Pesta Buah Asam Manis di Wisata Petik Strawberry Blitar

Salah seorang wisatawan tengah memetik strawberry di wisata petik strawberry Kemirigede.(Foto : Team BlitarTIMES)
Salah seorang wisatawan tengah memetik strawberry di wisata petik strawberry Kemirigede.(Foto : Team BlitarTIMES)

BLITARTIMES – Aktivitas berwisata banyak sekali macamnya. Ada yang menantang adrenalin, mengunjungi wisata bertabur spot kekinian, sampai mendatangi yang santai-santai seperti memetik buah. 

Di Blitar telah hadir wisata petik buah. Salah satunya Wisata Edukasi Petik Buah Strawberry di Desa Kemirigede, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.

Buah strawberry yang memiliki citarasa asam manis ini memiliki banyak sekali penikmat. Lantaran buah ini hanya tumbuh baik di daerah yang memiliki suhu antara 17 sampai 20 derajat celcius.

Lokasi Wisata Edukasi Petik Buah Strawberry ini mudah dijangkau. Lokasinya masih satu kompleks dengan wisata alam Hutan Pinus Gogoniti.

 Asyiknya, pengunjung yang masuk tidak ditarik biaya sepeser pun. Begitu masuk pengunjung bebas memetik dan memakan buah sepuasnya sambil menikmati hawa sejuk alam pegunungan.

Namun bila pengunjung ingin membawa pulang strawberry yang dipetiknya sendiri itu, baru dikenakan biaya Rp 4.000 per ons strawberry. Tentunya cukup membuat pengunjung puas memetik sendiri buah strawberry segar langsung dari pohonnya itu.

“Buah strawberry di sini lebih segar dari yang ada di kota-kota lain. Dan cocok untuk mengisi liburan memetik buah strawberry sambil mengajak anak-anak,” ujar Ocha, salah satu wisatawan.

Pengembang wisata ini, Mukarom Salasa, menuturkan awalnya  ide membuka perkebunan buah untuk tempat wisata itu sempat jadi cemoohan warga. Dengan kegigihannya, dia dapat mengembangkan buah strawberry yang cukup banyak untuk mengisi wilayah perkebunannnya yang luas itu penuh dengan hamparan strawberry.

“Jadi, tentunya sangat menyenangkan karena perkebunan kita banyak dengan buah straberry yang siap petik berwarna merah-merah. Dengan memandang saja sudah membuat hati senang,” ucapnya.

Kini Mukarom dibantu pemuda desa lebih mengambangkan wisata lebih bagus lagi. “Nantinya kita akan membuat wahana lainnya serta lebih mengedukasi bagi anak-anak untuk mengetahui seluk beluk buah strawberry,” pungkasnya. (*)

 

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Yunan Helmy
Publisher : sandi permana soebagio
-->
Redaksi: redaksi[at]blitartimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]blitartimes.com | marketing[at]blitartimes.com
Top