Nikah Muda Boleh, Nikah Dini Sebaiknya Jangan, Puaskan Dulu Masa Mudamu

Gerakan Nikah Muda (facebook)
Gerakan Nikah Muda (facebook)

BLITARTIMES, MALANG – Saat ini sedang marak kampanye menikah muda di berbagai media sosial. Salah satu yang kerap menyosialisasikan nikah muda adalah akun Instagram @gerakannikahmuda. 

Akun tersebut kerap mengunggah konten meme sindiran kapan menikah, foto-foto pasangan yang menikah, dalil-dalil keutamaan cepat menikah, dan sebagainya. Akun tersebut kini diikuti 385 ribu followers yang kebanyakan adalah anak remaja.

Masalahnya, gerakan menikah muda ini dimaknai salah kaprah oleh sebagian orang. Karena dalil agama, dianggap sah saja menikah saat belum cukup umurnya. Jadi, bukannya menikah muda, malah menikah dini. Padahal, jika nikah dini, kalau sang ibu kemudian hamil, berbagai risiko kesehatan pun dapat terjadi. Untuk diketahui, usia dini di sini adalah di bawah 20 tahun. 

Menurut Bidan Puskesmas Pandanwangi Lully Widadianty AMd Keb, wanita yang berusia di bawah 20 tahun masih dalam masa pertumbuhan. Kalau sudah hamil, dia biasanya mengalami berbagai gangguan, baik gangguan secara fisik maupun gangguan secara psikologis.

"Anak umur segitu kan masih suka main. Jadi, biar puas dulu lah. Seorang manusia itu paling tidak dia harus puas di fase perkembangannya," tegas Lully saat ditemui di kantornya.

Seorang manusia mengalami beberapa fase perkembangan. Dalam tiap fase, harus dipastikan dia puas. Misalnya, bayi hingga usia 2 tahun harus puas fase oralnya dalam menyusu ibunya. Kemudian pada usia 2 sampai 3 tahun harus puas pada fase toilet training-nya. Selanjutnya fase yang lain juga harus puas, termasuk fase bermain pada saat dia remaja.

"Nanti saat dia puas, akan menjadi manusia yang baik. Tapi kalau banyak kecewa di fase pertumbuhannya, maka yang terjadi muncullah orang-orang yang tidak percaya diri, anak-anak yang akhirnya gampang emosi, tidak bisa berpikir cerdas," papar bidan yang dinobatkan sebagai bidan teladan Kota Malang ini.

Untuk itu, siklus kehidupan masyarakat Indonesia masih perlu banyak pembenahan. Apabila menikah dini, si ibu yang notabene masih dalam fase pertumbuhan harus membuat satu pertumbuhan lagi di dalam tubuhnya. "Akhirnya kan nggak maksimal," imbuhnya.

Nah, jika ibu masih terlalu muda, maka secara psikologis, dia masih belum siap. Dia tidak akan bisa fokus ke kehamilannya karena tujuannya tidak fokus untuk menyehatkan bayinya.

"Nanti bayinya lahir kecil. Kalau tidak kecil, nanti abortus. Kalau tidak abortus, nanti lahir tidak mau netekin. Yang ngerawat ibunya (neneknya). Emaknya main HP sendiri karena kedewasaannya kan belum ada," ungkapnya.

Nah, kalau seorang yang sudah siap dan sudah dewasa, dia akan fokus untuk kehamilannya. Kalau masih terlalu dini, bisa saja di usia ke berapa dia sudah bosan dan iri melihat teman-teman seumurannya yang masih berbodi wow dan bebas bermain-main. "Maka yang paling bagus itu, kita ajarkan dari hulu untuk sex education," tandas Lully.

Lantas, umur berapakah baiknya menikah muda? Lully sendiri menjelaskan bahwa menikah muda tidak harus menikah dini. Umur 23 dan 24 tahunan adalah waktu yang tepat untuk menikah muda.

"Tapi kalau di bawah usia 20 tahun, itulah yang berbahaya. Artinya,  itu akan memberikan risiko," ujar Lully. (*)

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]blitartimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]blitartimes.com | marketing[at]blitartimes.com
Top