Sempat Bersitegang, Dua Calon DPD RI Asal Blitar Akhirnya Berdamai

M.Trijanto dan Andi Yuwono saat gelar jumpa pers.(Foto : Team BlitarTIMES)
M.Trijanto dan Andi Yuwono saat gelar jumpa pers.(Foto : Team BlitarTIMES)

BLITARTIMES – Sempat bersitegang, Calon Anggota DPD RI Daerah dapil Jawa Timur Andi Yuwono dan Mohamad Trijanto akhirnya sepakat menggelar jumpa pers, Rabu (2/1/2018). 

Jumpa pers ini sebagai klarifikasi atas polemic kesalahpahaman postingan akun Facebook milik Andi Yuwono.

Dalam acara jumpa pers tersebut, Andi Yuwono memberikan klarifikasi dan juga mengutarakan permohonan maafnya secara lebih luas dan terbuka dihadapan media atas kesalah pahaman postingan yang di unggah di Akun Facebooknya miliknya. 

Dalam postingan surat suara untuk anggota DPD RI yang diupload Andi, gambar Mohammad Triyanto di nomor urut 39 diganti namanya menjadi Mohammad Qodri.

“Postingan saya yang ada di facebook itu saya sudah mengklarifikasi dengan Mas Triyanto, sudah minta maaf intinya postingan saya tidak bermaksud apapun. Itu murni ketidak sengajaan saya dan murni ketidak tahuan saya bahwa di dalam daftar calon itu ada kekeliruan. Saya sudah minta maaf secara pribadi pada Mas Triyanto dan Alhamdulillah Mas Triyanto dengan sangat berbesar jiwa dan sangat dewasa sekali memberikan maafnya pada saya,” ujarnya.

Dari potingan tersebut pihak Triyanto sempat merasa bahwa pihaknya telah dirugikan. Akan tetapi, setelah mendengar klarifikasi Andi Yuwono dihadapan komisioner Bawaslu Kabupaten Blitar pada 31 Desember 2018, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai secara kekeluargaan.

Selanjutnya kasus tersebut ditindak lanjuti kembali oleh kedua belah pihak pada 2 Januari 2019 dengan penandatanganan surat yang isinya menjelaskan bahwa kasus tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan dan disusul dengan pencabutan laporan yang sudah dilayangkan Pihak Triyanto kepada Bawaslu Kabupaten Blitar.

Menanggapi hal tersebut, dalam jumpa pers tersebut Triyanto menjelaskan bahwa pihaknya sepakat untuk melakukan langkah pencabutan pada dua laporan yang sudah dilayangkapan pada Bawaslu dan juga di Kepolisian.

“Pada intinya kawan Andi Yuwono sudah menyampaikan alasan-alasan mengapa ia memposting surat suara tersebut. Dan kemudian dia sudah bereaksi positif dan tidak ada maksud atau niat jahat sama sekali. Kemudian saya mencabut laporan tersebut dan tidak menuntut ganti rugi baik materi maupun non-materi,” tegas Triyanto.

Triyanto menambahkan bahwa dirinya tetap akan konsisten dan tidak mau dipaksa siapapun termasuk kawan-kawan pendukungnya maupun pengacaranya untuk merekayasa atau mempidanakan siapapun yang tidak pernah berniat jahat pada pihaknya.

“Saya tidak mau dipaksa-paksa siapapun untuk menghancurkan karir lawan politik kita dengan cara-cara yang tidak beradab, dibesar-besarkan, ada rekayasa hokum dan rekayasa politik yang tentunya saya tidak mau kawan kita Andi Yuwono ini nanti menjadi seorang tersangka seperti yang saya alami saat ini. Cukup saya aja yang akhirnya jadi tersangka atas dugaan rekayasa pasal-pasal karet yang saat ini menjadi jaring laba-laba untuk menjaring masyarakat kritis dan bahkan kawan-kawan jurnalis,” pungkas Triyanto yang kini berstatus tersangka UU ITE kasus surat palsu KPK.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]blitartimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]blitartimes.com | marketing[at]blitartimes.com
Top