Empat Warga Meninggal Akibat DBD, Pemkab Blitar Belum Tetapkan KLB

Ilustrasi.(Foto : Ist/Goggle Images)
Ilustrasi.(Foto : Ist/Goggle Images)

BLITARTIMES – Kasus Demam Berdasarh Dengue (DBD) terus meningkat akhir-akhir ini. Setidaknya sebanyak empat orang meninggal dunia akibat DBD dari 254 kasus di Kabupaten Blitar sepanjang Januari 2019.

Meski jumlah korban terus meningkat, Pemkab Blitar belum menetapkan kasus ini menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Pemkab melalui Dinas Kesehatan menangani DBD dengan turun langsung ke masyarakat.

"Kami sudah terima laporan dari Dinkes jumlahnya meningkat hingga empat kali lipat. Tapi kita belum KLB. Kita masih akan evaluasi, nanti pimpinan akan menyikapi hal itu," kata Wakil Bupati Blitar Marhaenis Urip Widodo, Kamis (31/01/2019). 

Pemkab Blitar menginstrusikan Dinas Kesehatan turun langsung ke masyarakat untuk mencegah penyebaran DBD. Terutama di tiga kecamatan paling barat dan utara Kabupaten Blitar yang berbatasan langsung dengan Tulungagugung dan Kediri.

"Kasus di Tulungagung dan Kediri luar biasa (banyak). Sehingga daerah terdekat seperti Srengat, Wonodadi dan Udanawu kasusnya juga cukup banyak. Kami sudah memberikan arahan kepada Dinkes agar bisa mencegah semakin banyaknya kasus demam berdarah," tambah dia. 

Lanjut Marhaeinis mengimbau kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan melalui program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). "Kami mohon agar masyarakat ikut berperan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan berhati-hati jika merasakan gejala demam," tegasnya. 

Sementara Plt Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Endah Woro Utami mengakui adanya peningkatan jumlah pasien rawat inap akibat demam berdarah. Bahkan jumlah peningkatan tahun ini paling banyak dibandingkan jumlah peningkatan selama lima tahun terakhir. Dalam satu bulan ini RSUD Ngudi Waluyo menerima 50 pasien rawat inap akibat demam berdarah. Rata-rata pasien demam berdarah di RSUD Wlingi yang dirawat karena demam berdarah adalah anak-anak.

"Peningkatan ini dalam lima tahun terakhir paling tinggi. Namun kami pihak rumah sakit  menyediakan tempat tidur ekstra atau dititipkan di ruangan. Yang terpenting pasien harus cepat tertangani," tuntasnya.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]blitartimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]blitartimes.com | marketing[at]blitartimes.com
Top