Panen Raya Jagung di Blitar, Kementan Beri Fasilitasi Petani

Panen raya jagung di Desa Tulungrejo, Kec Wates, Kabupaten Blitar
Panen raya jagung di Desa Tulungrejo, Kec Wates, Kabupaten Blitar

BLITARTIMES – Kabupaten Blitar kembali menggelar panen raya. Kali ini panen raya jagung hibrida digelar di Desa Tulungrejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Selasa (5/3/2019). Panen raya ini sekaligus juga membuktikan kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Blitar.

Pada saat pelaksanaan panen raya tersebut, tampak hadir sejumlah pejabat, diantaranya Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Blitar Tuti Komaryati, Pasiter Kodim 0808/Blitar Kapten Cba Chudori, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Blitar Wawan Widianto, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Bblitar Adi Andaka, Muspika Kecamatan Wates, dan toga tomas Kecamatan Wates.

Panen Raya Jagung hibrida kali ini juga dihadiri langsung Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita. Kedatangannya dalam panen raya ini sekaligus untuk menjembatani kerjasama pemanfaatan jagung hasil panen raya petani oleh peternak ayam di Kabupaten Blitar.

Usai panen raya, paguyuban perunggasan Blitar melakukan penandatangan kerjasama dengan kelompok tani. Kerjasama ini bertujuan untuk memutus mata rantai tengkulak. Sehingga kedua belah pihak,  antara pengusaha unggas maupun petani selaku produsen pakan sama-sama merasakan keuntungan. Serta  mengantisipasi terjadi krisis jagung seperti tahun lalu.

"Jadi kita tidak mau peternak rakyat kekurangan jagung akibat sistem yang kurang bagus. Jadi hari ini selain panen raya orangnya (peternak) juga saya ajak langsung untuk menyepakati harga dengan petani," ungkap I Ketut Diarmita.

Dijelaskanya, komposisi pakan unggas jagung merupakan komponen penting.  Formulasinya mencapai hingga 40-50 persen. Hal ini membuat jagung sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha peternakan. 

"Kita harus cari jalan yang paling tengah. Jangan sampai petani untuk peternak rugi. Begitu pula sebaliknya peternak untuk petani rugi," tambah dia. 

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar, Wawan Widianto menyampaikan, panen raya jagung di wilayah tersebut mencapai luas 70 hektare dengan produksi jagung 7 ton per hektare. "Untuk di wilayah Tulungrejo ada 70 hektare. Dengan produksi jagung 70 ton perhektare," paparnya.

Data Pemkab Blitar mencatat, sekitar 840 warga Kabupaten Blitar bergantung hidup dari sektor pertanian. Luas lahan pertanian di Blitar sekitar 150.000 hektare. Namun yang ditanami jagung hanya 53.000  hektare. Dengan hasil panen per tahun hanya 330.000 ton. 

Sementara kebutuhan jagung untuk pakan ternak sekitar Rp 1500 ton per hari. Atau sebanyak 540.000 ton per tahun. Sehingga, kekurangan stok jagung untuk pakan peternak di Blitar mencapai 210.000 ton per tahun.

“Kami ingin kedepan sektor pertanian jagung bisa semakin maju. Kami dari Dinas Pertanian akan terus berupaya memajukan pertanian melalui program-program yang bersentuhan langsung dengan petani,” tandasnya.(kmf)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]blitartimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]blitartimes.com | marketing[at]blitartimes.com
Top