KPU Kota Blitar Sempat Terkendala Coret WNA Jepang dari DPT Pemilu 2019, Kenapa?

Choirul Umam, Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Perencanaan dan Data (Foto : Team BlitarTIMES)
Choirul Umam, Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Perencanaan dan Data (Foto : Team BlitarTIMES)

BLITARTIMES – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar sempat terkendala beberapa hal sebelum mencoret nama Joru Kogawa (72), pria asal Jepang yang masuk di daftar pemilih tetap (DPT) pemilu 2019 di Kota Blitar.

Komisioner Divisi Perencanaan dan Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar, Choirul Umam, mengatakan berdasarkan instruksi dari KPU pusat, pihaknya memiliki kewenangan untuk menelaah dan mendeteksi profil setiap nama-nama calon pemilih yang nantinya akan diolah menjadi DPT termasuk soal sterilisasi dari pemilih WNA (Warga Negara Asing).

Sejumlah nama calon pemilih ini didapat KPU Kota Blitar dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar.

Hanya saja, pada saat koordinasi dan komunikasi antara KPU dengan Dispendukcapil, perihal penelaahan profil setiap calon pemilih, Dispendukcapil hanya membatasi sampai pada keterangan NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan nama saja. Sehingga tidak tahu bagaimana latar belakang pemiih yang diolah menjadi DPT itu.

"Jadi memang menjadi kesulitan tim kita di bawah, proses edukasi bentuk KTP itu nggak ada perbedaan. Kalau KIA kan warnanya juga beda dengan KTP. Tapi ini ndak, warna dan bentuknya sama, kecuali statusnya saja yang beda. PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih) kita ngeceknya kan cuma nama dan NIK. Selama nama dan NIK nya jelas, sudah dan dia melaporkan membawa KTP, " jelasnya, Jumat (15/03/2019).

"Begini, kita terkendala kebijakan dari Dispendukcapil yang mendapat instruksi dari Kemendageri (Kementerian Dalam Negeri) untuk tidak memberikan data spesifik, data detail seseorang by name by address, gak boleh. Tetapi kita menjalankan instruksi KPU RI, mau gak mau kita harus mengejar itu (pemilih WNA) supaya tidak terjadi kecurigaan memihak salah satu calon," tambah dia.

Meski begitu, lanjut Umam, pihaknya tetap menjaga kerahasiaan data kependudukan para pemilih. Dia juga berharap kedepan koordinasi dan komunikasi antara KPU dengan Dispendukcapil semakin baik perihal masalah data pemilih. Sehingga, bisa memunculkan kepastian yang terang data pemilih.

Sebelumnya, KPU Kota Blitar menerima surat rekomendasi dari Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kota Blitar atas temuan satu orang warga negara Jepang bernama Joru Kogawa yang masuk di daftar pemilih tetap untuk dicoret. Surat rekomendasi ini bernomor 048/KJ.I-31/PM 00.002/III/2019.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar akhirnya mencoret satu warga negara asing (WNA) ini yang masuk di dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 di Kota Blitar.

Seorang WNA tersebut adalah warga negara asal Jepang, bernama Joru Kogawa (72), yang diketahui saat ini bertempat tinggal sementara di Kelurahan/Kecamatan  Sukorejo, Kota Blitar. Joru terekap di TPS 33 di Kelurahan/Kecamatan Sukorejo.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]blitartimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]blitartimes.com | marketing[at]blitartimes.com
Top