Termakan Isu Kiamat, Satu Keluarga di Jombang Hijrah ke Malang

Rumah milik Fatikin, warga Desa Pakel, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, terlihat kosong ditinggal hijrah ke Malang bersama istri dan anaknya. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Rumah milik Fatikin, warga Desa Pakel, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, terlihat kosong ditinggal hijrah ke Malang bersama istri dan anaknya. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

BLITARTIMES, JOMBANG –  Bukan hanya 59 warga Ponorogo yang eksodus ke Kecamatan Kasembon, Malang, gara-gara isu akan datangnya kiamat. Satu keluarga di Jombang juga memutuskan untuk hijrah ke salah satu pondok pesantren di Malang menyusul adanya isu kiamat yang memengaruhi sejumlah warga di kota santri.

Khoirul Fatikin (50), warga Dusun Jemparing, Desa Pakel, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, dikabarkan telah memboyong istri dan ketiga anaknya ke Kasembon.

Saat ditemui di kediaman Fatikin, Jumat (15/3) pagi, adik kandung Fatikin, Ahmad Burhanudin (34),  mengatakan bahwa kakaknya berangkat ke Kasembon,  bersama istri dan anaknya yang berumur 4 tahun. Sedangkan dua anak Fatikin lainnya sudah berada di salah satu pondok di Kasembon terlebih dahulu. "Bulan Februari kemarin ini (berangkatnya, red)," ujar Burhanudin.

Menurut penuturan Burhanudin, sebelum meninggalkan rumah, Fatikin mengatakan bahwa akan ada bencana kegelapan yang menyelimuti bumi selama 3 bulan. Kondisi itu diyakini akan mendatangkan kiamat.

Hal tersebutlah yang memengaruhi kakak Burhanudin memilih hijrah ke Kasembon, Kabupaten Malang. "Kata kakak saya, itu akan ada tanda-tanda kiamat," tuturnya.

Saat ini rumah Fatikin terlihat kosong dan berantakan.  Di rumah yang tidak terkunci itu, terpampang kalender bertuliskan Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kasembon, Malang. Selain itu juga terpajang di dinding ruang tamu, sejumlah foto kiai dan ulama yang di bawahnya bertuliskan Jam'iah Thoriqoh Akhmaliyah.

Rumah milik Fatikin itu, dikatakan Burhanudin sudah dijual kakaknya sebelum berangkat ke Malang. Rumah berukuran 30 x 7 meter tersebut dijual Fatikin dengan harga Rp 50 juta. Tak hanya rumah. Sejumlah ternak sapi milik Fatikin juga turut dijual.

"Kakak saya takut. Kata kakak saya, hidup dan matinya ikut di pondok sana. Katanya yang ada pertolongan hanya di pondok sana. Harta dari jual rumah dibawa ke sana," ungkap Burhanudin.

Sementara, Kepala Desa Pakel Darmaji membenarkan adanya satu keluarga di desanya yang hijrah ke Malang. Dijelaskan Darmaji, ada 3 keluarga di desanya yang berniat hijrah ke Malang. Namun, hanya Keluarga Fatikin yang memutuskan untuk hijrah dengan mengajak istri dan anak-anaknya. Dua keluarga lainnya memutuskan untuk tidak hijrah.

Pewarta : Adi Rosul
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Jombang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]blitartimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]blitartimes.com | marketing[at]blitartimes.com
Top