Dorong Kemajuan Ekonomi Kreatif, Dinas Koperasi Pemkab Blitar Gelar Pelatihan Sulam

Pelatihan sulam sukses digelar Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar (Foto:  Rofiq/BlitarTIMES)
Pelatihan sulam sukses digelar Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar (Foto: Rofiq/BlitarTIMES)

BLITARTIMES – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pemkab Blitar sukses menyelenggarakan pelatihan keterampilan sulam yang diikuti puluhan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Blitar. Pelatihan ini digelar selama dua hari di Rumah Makan Telaga Indah, Desa Tlogo, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, 15 dan 16 Mei 2019. 

Kabid Produksi dan Restrukturisasi Usaha Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Lyes Setyaningrum, mengatakan pelatihan sulam yang digelar ini merupakan kolaborasi antara sulam pita dengan sulam benang. Menurutnya, pelatihan kerajinan sulam itu pas untuk ibu rumah tangga karena bisa dikerjakan dalam waktu santai, tapi hasilnya bisa untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

“Mereka dibekali langsung praktik menyulam, juga materi entrepreneurship untuk membangkitkan semangat kewirausahaannya. Untuk pemateri kami menghadirkan profesional dari Malang. Pelatihan ini masih kelanjutan dari pelatihan tahun kemarin, untuk tahun lalu pelatihan kita pisah, sulam pita sendiri dan sulam benang sendiri, untuk tahun ini dua ini kita kolaborasikan,” ungkap Lyes Setyaningrum.
 

 Dinas Koperasi berharap dengan pelatihan ini peserta bisa lebih kreatif dan inovatif dalam mengaplikasikan sulam benang dan sulam pita ini kedalam berbagai produk kerajinan.”Kami berharap peserta bisa lebih kreatif dan inovatif menerapkan ilmu yang mereka dapat ke berbagai media seperti di baju, tas, jilbab dan lainnya sesuai kreativitas masing-masing,” harapnya.

Lebih lanjut Lyes menyampaikan, sulam ini merupakan industri yang sangat natural, karena hasil karya sulam ini akan bagus apabila dikerjakan dengan hati. Apalagi harga bahan baku dari sulam ini sangat terjangkau dan nilai ekonomisnya begitu tinggi sehingga pendampingan dan pemasarannya tidak begitu sulit.

“Yang penting mereka bisa produksi dulu. Jika produknya bagus, yang namanya seni itu harganya tak terhingga. Kalau bicara masalah pemasaran kami dari dinas memberikan pendampingan dan membantu pemasaran produk,” tandasnya.

Dijelaskannya, pelatihan yang digelar ini merupakan kegiatan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Lewat program ini Dinas Koperasi dan Usaha Mikro berupaya mendorong kemajuan ekonomi kreatif di Kabupaten Blitar.

“Mengembangkan sulam menjadi produk fashion selain menciptakan lapangan kerja juga bisa menyumbang pendapatan bagi keluarga. Ekonomi kreatif ini harus kita dukung agar punya daya saing tinggi,” pungkasnya.(kmf)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]blitartimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]blitartimes.com | marketing[at]blitartimes.com
Top