Kasi Pengelolaan dan Pemrosesan Sampah DLH Pemkab Blitar Eko Harnanto.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Kasi Pengelolaan dan Pemrosesan Sampah DLH Pemkab Blitar Eko Harnanto.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)



Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Blitar tak henti-hentinya menghijaukan Kabupaten Blitar. Dipastikan dalam waktu dekat DLH akan membangun ruang terbuka hijau (RTH) di Kecamatan Sutojayan. Diwacanakan proyek fisik ini  akan diresmikan akhir tahun ini.

Kasi Pengelolaan dan Pemrosesan Sampah DLH Pemkab Blitar Eko Harnanto mengatakan RTH tersebut akan dibangun di kawasan Alun-Alun Sutojayan. Lokasi RTH itu nantinya berada di sisi timur timur panggung pemandian Gong Kyai Pradah.

“RTH itu bakal digelontor dana sekitar  Rp 1,5 miliar yang bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Itu sudah termasuk pembangunan dan sarana pendukung lain. Pembangunan akan dilaksanakan setelah lebaran,” ujar Eko Harnanto yang juga koordinator DBHCHT DLH Pemkab Blitar (17/5/2019).

Dikatakannya, Sutojayan merupakan kota terbesar ketiga di Kabupaten Blitar setelah Wlingi dan Kanigoro. Diharapkan RTH ini bisa menjadi paru-paru di kota kecil yang terkenal dengan tradisi siraman Gong Kiai Pradah ini.

“RTH merupakan ‘paru-paru’ kota atau wilayah. Tumbuhan dan tanaman hijau dapat menyerap kadar karbondioksida (CO2), menambah oksigen, menurunkan suhu dengan keteduhan dan kesejukan tanaman, menjadi area resapan air, serta meredam kebisingan. Anak-anak mendapatkan ruang untuk bermain. Masyarakat dapat berjalan kaki, berolahraga, dan melakukan aktivitas lainnya,” sambungnya.

Sementara itu Camat Sutojayan Rustin Tri Setyo Budi mengakui sempat ada tarik ulur terkait rencananya pembangunan RTH Alun-Alun Sutojayan. Sebab, lokasi tersebut selalu padat ketika ada kegiatan budaya, Siraman Gong Kyai Pradah. Nah, dikhawatirkan RTH tersebut bakal rusak.

Namun setelah dijelaskan terkair konsep bangunan RTH dan lainnya, akhirnya semua pihak sepakat bahwa RTH dibangun di sisi Alun-Alun Sutojayan. “Pembangunan RTH nantinya berupa taman dan agak jauh dari panggung siraman. Selain itu, juga akan diberi pembatas atau pagar,” pungkasnya.

Tag's Berita blitar berita blitar

End of content

No more pages to load