Yudis ditetapkan Polres Blitar sebagai tersangka penyebaran video porno.

Yudis ditetapkan Polres Blitar sebagai tersangka penyebaran video porno.



Polres Blitar terus melakukan pengembangan setelah menetapkan Yudis Siswo Putro (23) sebagai tersangka kasus video porno. Hasilnya, lolisi kembali menemukan video porno lain yang diperankan tersangka. Hanya saja, kali ini dia bermain dengan lawan perempuan berbeda.

Di video kedua ini, warga Dusun Krajan, Desa Bacem, Sutojayan, Kabupaten Blitar, itu tampak memakai pakaian yang sama dengan video pertama. Dari pengakuan tersangka, video berdurasi 13 menit itu  juga telah beredar di situs porno dan pernah disiarkan langsung melalui aplikasi Gogo Live

"Selain kejadian kemarin, pelaku mengakui telah melakukan kegiatan serupa dengan perempuan lain atau pasangan lain," ungkap Kasatreskrim Polres Blitar AKP Sodik Efendi, Selasa (21/5/2019).

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap pasangan Yudis dalam video tersebut. Video kedua ini diketahui dilakukan di tempat kos si perempuan.  "Yang kedua ini juga disiarkan secara live. Namun lokasinya berbeda. Jika yang pertama di rumah, yang kedua di tempat kos pasangan perempuannya yang saat ini sedang kami lidik," ungkap dia.

Pada pemeriksaan awal sebelumnya, Yudis mengaku baru pertama melakukan siaran langsung  dengan mempertontonkan adegan tidak senonoh via live streaming Gogo Live. Namun setelah adanya temuan video kedua ini, Yudis baru mengakui jika video kedua yang ditemukan polisi tersebut memang benar dirinya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Yudis yang juga seorang fotografer freelance menjadi viral setelah polisi menetapkanya sebagai tersangka pembuat dan penyebar konten pornografi. Yudis menyiarkan secara langsung video mesum dengan kekasihnya (SR) melalui aplikasi Gogo Live. Kepada penyidik Satreskrim Polres Blitar Yudis mengakui semua perbuatanya. Menurut dia, video tak pantas ini dibuat untuk membuktikan cinta terhadap SR yang baru dipacarinya selama sebulan, atas dasar mau sama mau.

Akibat perbuatannya Yudis diancam dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 82 Undang-Undang RI (UU RI) No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak atau Pasal 29 UU RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi atau Pasal 282 Ayat (1) KUH Pidana. Tersangka diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.


End of content

No more pages to load