Jual Obat dan Gelondongan Petasan Siap Ledak, Pemuda Desa "Lebaran" di Tahanan

Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar (tiga dari kiri) didampingi Kasat Reskrim Polres Blitar Kota AKP Heri Sugiono (dua dari kiri) beserta staf saat konferensi pers di Mapolres Blitar Kota. (Foto : Team BlitarTIMES)
Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar (tiga dari kiri) didampingi Kasat Reskrim Polres Blitar Kota AKP Heri Sugiono (dua dari kiri) beserta staf saat konferensi pers di Mapolres Blitar Kota. (Foto : Team BlitarTIMES)

BLITARTIMES – Alwi Safiurrohman (21), pemuda asal Desa Kedawung, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, harus mendekam di jeruji besi Polres Blitar Kota. Alwi ditangkap polisi karena berjualan obat hingga gelondongan petasan siap ledak.

Polisi menangkap Alwi ditempat kerjanya di daerah Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, pada Senin (13/05/2019). Selanjutnya polisi bersama Alwi menuju kediamannya untuk dilakukan penyelidikan.

Hasilnya, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sekitar 2 kilogram obat petasan, 30 sumbu petasan, 11 kertas gulung gelondongan petasan, dan satu unit handphone merek Samsung yang dipakai Alwi untuk transaksi jual beli petasan.

"Setelah dilakukan penggerebekan, ditemukan barang bukti hampir dua kilogram bahan peledak (obat petasan)," kata Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar kepada awak media di Mapolres Blitar Kota, Rabu (22/05/2019).

Adewira melanjutkan, penangkapan Alwi itu merupakan salah satu bagian dari operasi pekat (penyakit masyarakat) oleh Polres Blitar Kota dan Polda Jatim untuk menciptakan kondusiviitas aktivitas masyarakat pada saat Operasi Ketupat 2019.

Kepada awak media, Adewira menegaskan, Alwi dijerat dengan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 atau Undang-Undang Darurat dengan ancaman pidana penjara 12 tahun.

Sementara, tersangka Alwi kepada awak media mengaku mendapatkan obat peledak petasan itu melalui rekannya berinisial IK, asal Jogjakarta, yang kini menjadi buronan Satreskrim Polres Blitar Kota. Pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai tukang sped mahkota kurungan burung ini, mengaku menjual obat petasan sebesar Rp 23.000 per ons. Selain menjual untuk umum, dia juga menyisakan sejumlah petasan untuk diledakkan saat perayaan Lebaran nanti.

"Saya menjual obat petasannya Rp 23.000 per ons. Ini pesenan teman tapi belum diambil. Ini (petasan) buat ramai-ramai nanti pas Lebaran," aku Alwi saat dikonfirmasi wartawan.

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]blitartimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]blitartimes.com | marketing[at]blitartimes.com
Top