Ilustrasi.(Foto : bantenhits)

Ilustrasi.(Foto : bantenhits)



Aturan penerimaan peserta didik baru (PPBD) SD Negeri tahun ajaran 2019/2020 Kota Blitar berbeda dibanding tahun lalu. Namun, perbedaannya tidak banyak. Salah satunya soal penetapan rombongan belajar (rombel) di tiap sekolah. Misalnya, rombel sekolah dasar (SD) Negeri.

Pada PPBD tahun ajaran 2019/2020, tiap sekolah hanya dijatah dua rombel saja. Sebelumnya tahun lalu, beberapa sekolah ada yang sampai tiga rombel mengingat peminat siswa di sekolah tersebut yang tinggi.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar, Dindin Ali Nurdin mengatakan, memang ada pengaturan rombel di setiap SD Negeri pada PPDB tahun pelajaran baru ini. Itu dilakukan karena menyesuaikan ketersediaan guru dan kebijakan dari Kemendikbud. “Jadi bukan berkurang. Hanya menyesuaikan kebijakan pemerataan pendidikan,” terang Dindin.

Dia mengatakan, pengaturan rombel itu merata di seluruh SD Negeri. Kini ada 48 SD Negeri yang tersebar ditiga kecamatan. Pagu yang tersedia itu total seluruh SD sekitar 1.500 kursi. “Setiap sekolah kami hanya dua rombel saja. Kami ingin pemerataan  akses dan mutu layanan pendidikan di semua sekolah di semua wilayah,” terangnya.

Akibat kebijakan tersebut, beberapa sekolah harus mendapat rombel tidak seperti tahun lalu. Tahun lalu yang bisa menerima tiga rombel, tahun ajaran baru ini hanya dibatasi dua rombel. Beberapa SD yang terimbas kebijakan tersebut yakni, SDN Bendogerit 1 dan SDN Kepanjenlor 2.

SDN Bendogerit 1 misalnya, pada tahun ajaran lalu 2018/2019, sekolah bisa menampung tiga rombel. Mengingat sejumlah peminat di SD Negeri itu sangat banyak. SD tersebut juga termasuk sekolah yang besar. “ Ya, sekarang jadi dua rombel. Ini kebijakan dari dinas,” kata Kepala SDN Bendogerit 1 Wiyono.

Apakah ada pengaruh nantinya jika rombel berkurang? Dia menjawab, tidak menutup kemungkinan berpengaruh. Salah bsatunya mengenai jam mengajar guru yang juga akan berkurang. Namun, sekolah berupaya untuk menyiasatinya. “Ya, pasti bisa disiasati. Apalagi, ini juga baru saja bangun dua ruang kelas baru. Nggak tahu nanti buat apa,” pungkasnya.(*)


End of content

No more pages to load