Ledakan Mercon Tewaskan Anak-anak, Polisi dan Pemkab Blitar Bakal Larang Penggunaan Petasan

Ilustrasi.(Foto : Tribunnews)
Ilustrasi.(Foto : Tribunnews)

BLITARTIMES, MALANG – Kepolisian Resort Blitar bersama Pemerintah Kabupaten Blitar berencana melarang penggunaan petasan atau mercon untuk perayaan hari raya Idul Fitri. Wacana ini merespons insiden ledakan dahsyat mercon gas karbit yang terjadi di Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro beberapa waktu.

Akibat ledakan tersebut mengakibatkan satu bangunan rumah hancur dan memakan dua korban.“Kami nanti akan koordinasi lagi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar terkait masalah petasan ini. Mungkin tahun depan bisa dilarang,” ungkap Kapolres Blitar, AKBP Anissullah M. Ridha.

Ditegaskan Anis, pelarangan dilakukan untuk mencegah terjadi insiden serupa. Sebelumnya, Pemkab Blitar juga sudah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak menyalakan petasan atau mercon.

Sementara itu, salah satu korban ledakan mercon gas karbis, M. Rifai, warga Dusun Jombor, Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro mengembuskan napas terakhir.

Remaja 12 tahun ini meninggal dunia pada Selasa (11/6/2019) saat dalam perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Malang. Akibat ledakan itu, remaja nahas itu mengalami luka bakar hampir di sekujur tubuh.

Kabar meninggalnya salah satu korban ledakan mercon yang merobohkan rumah di Dusun Jombor, Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro itu dibenarkan Kapolsek Selopuro AKP Muhaimin, M. Rifai meninggal dunia sekitar pukul 11.00. “Ya, meninggal dunia,” ujar kapolsek Selopuro, AKP Muhaimin.

Informasi yang diterima, jenazah langsung dibawa pulang ke rumah duka untuk segera dimakamkan. Sedangkan satu korban lainnya, Asbiyan Maulana (9), masih menjalani perawatan intensif.

Sebelumnya, keduanya menjadi korban ledakan mercon gas karbit yang dibuat oleh Ahmad Masruri dan M. Najiyullah Zein. Keduanya telah ditetapkan tersangka oleh Satreskrim Polres Blitar dan kini harus mendekam di balik jeruji besi tahanan Polres Blitar.

Akibat perbuatannya itu, keduanya dijerat dengan pasal 178 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang barang siapa dengan sengaja menimbulkan ledakan, kebakaran, atau banjir. Ancaman hukumannya paling lama 12 tahun penjara.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]blitartimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]blitartimes.com | marketing[at]blitartimes.com
Top