Bupati Blitar Rijanto.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Bupati Blitar Rijanto.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)


Editor

Heryanto


Lambannya penanganan korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) mendapat sorotan dari Bupati Rijanto. 

Pasalnya, lamanya pertolongan terhadap korban laka lantas bisa berdampak fatal bagi korban.

Untuk meminimalkan lambannya penanganan korban laka lantas, Bupati Rijanto minta agar seluruh puskesmas se-Kabupaten Blitar untuk terlibat dalam penanganan, dengan cara menyiagakan ambulans untuk mengangkut korban laka lantas ke puskesmas maupun rumah sakit terdekat. 

“Selama ini penanganan terhadap korban laka lantas sangat lamban. Terutama ketika membawa korban dari tempat kejadian ke rumah sakit atau puskesmas terdekat,” ungkap Bupati Rijanto.

Menurut dia, selama ini korban laka lantas hanya diantar menggunakan mobil patroli milik kepolisian. 

Sedangkan, mobil patroli tersebut dinilai kurang layak untuk mengangkut korban laka lantas karena tidak dilengkapi peralartan medis. 

“Jika bukan mobil patroli polisi, biasanya korban diangkut menggunakan mobil pengendara yang melintas,” katanya.

Kedepan, pemkab berharap agar penanganan korban laka lantas bisa dilakukan secepatnya dengan menggunakan kendaraan dengan semestinya, yakni ambulans. 

Untuk, diharapkan Dinkes Kabupaten Blitar melalui seluruh puskesmas ikurt membantu korban laka lantas dengan menyiagakan mobil ambulans di setiap puskesmas. 

“Artinya, jika ada informasi laka lantas dan korban membutuhkan pertolongan segera, maka ambulans puskesmas harus mengantar korban tersebut ke tempat pelayanan kesehatan terdekat,” pintanya.

Agar upaya tersebut berjalan lancar, pihaknya bekerja sama dengan kepolisian. 

Dia berharap agar sinergi tersebut bisa membantu korban laka lantas dari kematian. 

“Hal ini merupakan salah satu bagian dari pelayanan kepada publik dalam hal kesehatan,” tuntasnya.(*)


End of content

No more pages to load