Setelah Hoaks Brimob Cina, Akun @PartaiSocmed Unggah Postingan Brimob Nyamar TNI Lagi

Screenshot @PartaiSocmed
Screenshot @PartaiSocmed

BLITARTIMES, JATIMES – Setelah dikuak terkait beredarnya informasi hoaks berupa foto dan teks warga Cina menjadi Brimob dalam insiden demo tanggal 21-22 Mei 2019 lalu, kini, saat persidangan  Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019 digelar, kembali dunia maya dihebohkan dengan postingan hal sama.

Melalui postingan akun @PartaiSocmed adanya informasi kembali Brimob menyamar TNI kembali diungkap. Dimana @PartaiSocmed memposting percakapan WA dalam akunnya terkait hal tersebut.

"Ada pula tuduhan Brimob menyamar jadi TNI. Lalu suasana group makin parno," tulis @PartaiSocmed, Jumat (14/06/2019), yang juga menyertakan foto terkait percakapan terkait hal tersebut.

Foto yang diunggah @PartaiSocmed berasal dari percakapan group WA dengan nama GNRB DKI Jakarta. Dimana salah satu percakapan itu adalah, "Ada info nanti di MK Brimob nyamar pakai baju TNI. Ini belajar lagu TNI tolong diviralkan. Mohon para Purnawirawan TNI untuk cek kebenaran ini. 'jangan sampai TNI diperalat oleh Brimob'".

Sontak saja cuitan yang di-posting itu membuat warganet ramai kembali. Apalagi dalam percakapan group WA itu sendiri dituliskan, "Ya kita ke MK, jangan kendor harus seperti Hongkong," tulisnya juga.

Tidak berhenti disitu, @PartaiSocmed juga memposting yang melakukan penyebaran yang disebutnya hoax tersebut. "Penyebar hoax Brimob menyamar pakai baju TNI di group tersebut adalah Ary Hadariy, orang Gerindra. Tujuannya adalah untuk mengadu domba TNI dan Polri. @CCICPolri @bareskrim2018," ungkapnya.

Warganet pun kembali ramai terkait hal tersebut. Misalnya @abdul_shol3h, "Udahlah jangan rusuh2 lagi. Mau apa sih mereka itu," tulisnya. Sebagian lain menuliskan, "Pada panik.. mungkin pass lebaran ga pada piknik....tuuh tum," ujar @Cintajiwa1.

Kembalinya kabar-kabar yang bisa membuat ramainya jagad maya dan ramainya bisa menyulut kembali hal yang tidak diharapkan masyarakat Indonesia inilah yang sempat membuat Kominfo berencana melakukan pembatasan akses media sosial.

Pewarta : Dede Nana
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : JatimTIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]blitartimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]blitartimes.com | marketing[at]blitartimes.com
Top