Jawa Timur Panen Raya Cabai, Harga di Pasaran Mulai Melandai

Komoditas cabai mengalami penurunan harga di pasar-pasar tradisional Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Komoditas cabai mengalami penurunan harga di pasar-pasar tradisional Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

BLITARTIMES, MALANG – Pekan ketiga Juni 2019, sejumlah wilayah di Jawa Timur (Jatim) mulai memasuki masa panen raya untuk komoditas cabai. Imbasnya, saat ini di pasar-pasar tradisional harga cabai mulai melandai. Misalnya di Kota Malang. 

Panen tersebut berlangsung di beberapa daerah seperti Kabupaten Malang, Kediri, Tuban, Banyuwangi dan Mojokerto. Untuk Kabupaten Blitar, produksi cabai keriting saat ini mencapai rata-rata 250 ton per hari. Sementara untuk Kabupaten Banyuwangi, puncak produksi diperkirakan pada pekan depan mencapai 130 ton per hari.

Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Dinas Perdagangan Jawa Timur, hari ini (17/6/2019) komoditas cabai mengalami penurunan harga di lima pasar tradisional di Kota Malang. Untuk cabai rawit, turun 1,35 persen dari sebelumnya Rp 14.800 menjadi Rp 14.600 per kilogram. Untuk cabai merah besar, turun 0,51 persen dari Rp 39 ribu menjadi Rp 38.800 per kilogram. Sedangkan untuk cabai keriting, harganya tetap Rp 32 ribu per kilogram.

Secara nasional, harga cabai juga mengalami penurunan. Berdasarkan data harian Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (IPHS) Nasional tampak komoditas cabai menunjukkan tren hijau alias penurunan harga. Cabai rawit hijau berada di harga Rp 38.600 per kilogram, cabai rawit merah Rp 38.900 per kilogram, cabai merah besar Rp 48.450 per kilogram, cabai merah keriting Rp 49.400 per kilogram. 

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang menguraikan harga cabai di wilayah tersebut sempat mengalami kenaikan harga pada periode Mei 2019 atau selama Ramadan 1440 H. Tercatat ada kenaikan sebesar 15,14 persen dan memberi andil bagi inflasi sebesar 0,046 persen. "Komoditas penyumbang inflasi di antaranya cabai merah, andilnya 0,0046 persen dari angka inflasi 0,35 persen," ujar Kepala BPS Kota Malang Sunaryo. 

Dengan adanya panen raya, Sunaryo menilai akan ada imbas bagi inflasi Kota Malang. "Cabai ini kan salah satu komoditas dengan tingkat konsumsi tinggi. Jadi kalau harganya turun, tentu nanti akan berpengaruh. Terlebih Kota Malang ini kan bukan daerah penghasil yang bergantung pasokan daerah sekitar," pungkasnya. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]blitartimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]blitartimes.com | marketing[at]blitartimes.com
Top