Bekas RSUD Mardi Waluyo rencana akan digunakan sebagai gedung universitas.(Foto : berhantu.com)

Bekas RSUD Mardi Waluyo rencana akan digunakan sebagai gedung universitas.(Foto : berhantu.com)



Hingga kini eks lahan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo yang berada di Jalan dr Soetomo masih mangkrak. Pemkot Blitar kini masih menunggu kepastian dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang akan memanfaatkan lahan tersebut.

Sesuai rencana, eks lahan RSUD Mardi Waluyo itu akan dibangun sekolah tinggi atau Kampus Putra Sang Fajar. Kampus itu bakal berdiri di aset milik Pemkot tersebut. Pemkot telah menyerahkan aset lahan eks RSUD Mardi Waluyo itu ke Kemenristekdikti dengan syarat untuk dibangun Universitas Putra Sang Fajar.

Kepala BPKAD Kota Blitar Widodo Sapto Johanes mengatakan, aset eks lahan itu sudah diserahkan ke Kemenristekdikti untuk dibangun universitas beberapa tahun lalu. Namun, hingga kini belum juga ada tindak lanjut dari Kemenristekdikti terkait lahan tersebut. “Kami sudah beberapa kali komunikasi dengan dikti (Kemenristekdikti) agar segera dibangun. Kami ini terus komunikasi dan pendekatan,” ungkap Widodo.

Namun, sampai sekarang pemkot belum mendapat kepastian dari Kemenristekdikti. Padahal, eks lahan rumah sakit tersebut sudah menganggur 10 tahun lebih. “Kami juga banyak menerima komentar dari masyarakat terkait lahan tersebut. kami bingung. Sebab, keputusan ada ditangan  kementerian,” sambungnya.

Dalam hal ini, pemkot akan menunggu kepastian dari Kemenristekdikti. Pasalnya, pemkot sudah memiliki alternatif lain apabila lahan itu tidak jadi dibangun universitas. Alternatifnya yakni membangun Islamic Center.(*)


End of content

No more pages to load