Disperindag dan tim gabungan saat sidak rokok ilegal.(Foto : Team BlitarTIMES)
Disperindag dan tim gabungan saat sidak rokok ilegal.(Foto : Team BlitarTIMES)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Blitar memastikan Kabupaten Blitar aman dari peredaran rokok ilegal. 

Hasil tersebut setelah Disperindag melakukan operasi gabungan bersama Satpol PP, Kantor Bea Cukai dan lembaga terkait lain beberapa waktu lalu, Kamis (20/6/2019).

Operasi Gempur Rokok Ilegal kali ini dilakukan di tiga kecamatan wilayan Blitar barat masing-masing Kecamatan Wonodadi, Kecamatan Udanawu dan Kecamatan Ponggok. Operasi ini rutin digelar untuk meminimalisir pelanggaran terkait penjualan rokok ilegal.

“Petugas melakukan operasi dengan mendatangi toko-toko dan pasar di tiga kecamatan itu untuk melakukan pemeriksaan,” kata Kasi Bina Usaha Disperindag Pemkab Blitar, Suswinanto, Rabu (26/6/2019).

Dijelaskannya, dari hasil sidak pihaknya memastikan tidak ada indikasi peredaran rokok ilegal di wilayah Blitar khususnya Blitar bagian barat. Ada beberapa jenis rokok ilegal yang jadi sasaran sidak yakni rokok polos, rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai bekas, rokok yang dilekati dengan pita cukai bukan haknya, dan rokok yang dilekati pita cukai bukan peruntukan.

“Untuk sementara kami pastikan aman. Rokok yang beredar di pasaran adalah rokok yang dilekati pita cukai asli atau legal,” tegasnya.

Lebih dalam Suswinanto menyampaikan, dalam memaksimalkan pengawasan pihaknya mendorong OPD terkait dan kasi trantib di seluruh kecamatan se-Kabupaten Blitar agar benar-benar memahami ciri rokok ilegal dan jenis-jenis pita cukai. Disperindag juga mendorong agar kasi trantib menjadi ujung tombak pengawasan dan sosialisasi pita cukai kepada masyarakat.

“Mereka (OPD dan kasi trantib) adalah mitra kita dalam pengawasan rokok ilegal. Khsususnya kasi trantib. Sebagai satpol PP tingkat II yang berada di wilayah, kami harapkan dapat berperan memberikan nasihat kepada masyarakat agar jangan sampai menjual rokok yang ilegal. Masyarakat harus tahu rokok ilegal ini terkait dengan pita cukai. Khususnya rokok yang tidak sesuai dengan peruntukan, seperti cukai untuk rokok kretek tapi dipasang di cukai rokok yang diproduksi dengan mesin. Ini suatu pelanggaran,” imbuhnya.

Lebih dalam Suswinanto menyampaikan, pada tahun ini pihaknya bersama lembaga terkait akan lebih menggencarkan pengawasan rokok ilegal. Hal ini dilakukan agar Kabupaten Blitar bebas dari peredaran rokok ilegal.

“Kami akan terus keliling melakukan pengawasan setiap bulan. Apabila ada temuan, maka akan kami serahkan Bea Cukai yang menindak adalah mereka,” pungkasnya.(kmf)