Disnaker Pemkab Blitar Gelar Pelatihan Tata Boga, Bikin Fu Yung Hai Hingga Lodho Bakar

Kepala Disnaker Pemkab Blitar Haris Susianto meninjau pelaksanaan pelatihan tata boga.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Kepala Disnaker Pemkab Blitar Haris Susianto meninjau pelaksanaan pelatihan tata boga.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

BLITARTIMES – Untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Blitar, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Blitar rutin melaksanakan program pelatihan ketrampilan. 

Di antaranya pelatihan Tata Boga bagi wanita belum bekerja yang digelar di Local Education Center (LEC) Kecamatan Garum.

Puluhan peserta yang dibagi berkelompok mengikuti pelatihan selama 5 hari, mulai Senin (8/7/2019) hingga Jumat (12/7/2019).  

Mereka dilatih berbagai macam olahan makanan, mulai dari fu yung hai, ayam bakar bumbu rujak, koloke dan lodho bakar.

Kepala Disnaker Pemkab Blitar, Haris Susianto mengatakan pelatihan Tata Boga yang digelar kali ini adalah angkatan kedua tahun 2019 dari kegiatan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). 

Berbeda dengan angkatan pertama yang didominasi materi masakan Chinese food, pelatihan angkatan kedua ini selain Chinese food peserta diberi materi masakan tradisional nusantara.

“Materinya 50% Chinese food dan 50% nya masakan tradisional nusantara,” ungkap Haris Susianto kepada awak media, Rabu (10/7/2019)

Dikatakannya, pelatihan masakan tradisional diharapkan peserta bisa langsung menggeluti usaha setelah selesai pelatihan. 

“Kalau masakan tradisional, peserta bisa langsung buka usaha misal catering atau jualan makanan secara online, kalau ada pesanan bisa langsung melayani. Kalau Chinese food harus buka warung dulu atau depot,” sambungnya.

Adanya pelatihan ini merupakan salah satu cara Disnaker Pemkab Blitar dalam menciptakan wirausahawan baru di bidang kuliner. 

Haris juga berharap keberhasilan di bidang usaha kuliner dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. 

“Kita laksanakan pelatihan ini untuk mengurangi pengangguran terbuka. Ini tujuannya menciptakan wirausaha baru. Karena kita tahu, Kabupaten Blitar ini daerah agraris sehingga yang dominan adalah sektor pertanian. Untuk perusahaan di Blitar ini terbatas sekali, kita butuh tempat untuk menampung para pengangguran. Sehingga kita ciptakan pelatihan agar tumbuh wirausaha baru. Wirausaha jika berhasil akan dapat menyerap tenaga kerja,” paparnya.

Lebih dalam Haris menyampaikan, hasil olahan dari peserta pelatihan juga tak kalah saing dengan kuliner di restoran. Pelatihan ini akan terus dilaksanakan untuk mencerdaskan masyarakat Kabupaten Blitar agar lebih berdaya.

Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti pelatihan tata boga yang digelar. 

Hasil olahan dari peserta pelatihan juga tak kalah saing dengan kuliner di restoran. 

Di kesempatan ini pihaknya juga memberikan motivasi kepada peserta untuk tidak ragu memasarkan produknya, salah satunya melalui pemasaran online.

”Pasca pelatihan ini kami akan terus jalin koordinasi dengan alumni untuk membantu pemasaran produk mereka. Pelatihan ini nanti kami rencanakan berlanjut. Akan ada tahapan-tahapan. Kalau semisal sekarang masih terampil maka nanti mudah-mudahan bisa kita adakan pelatihan untuk yang sudah terampil. Kita ingin peserta benar-benar mahir di bidang kuliner dan sukses berwirausaha,” tandasnya.(kmf)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]blitartimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]blitartimes.com | marketing[at]blitartimes.com
Top