Pelatihan aneka kue gelombang ke II sukses digelar Disnaker Kab Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Pelatihan aneka kue gelombang ke II sukses digelar Disnaker Kab Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)


Editor

A Yahya


Perkembangan usaha kuliner terutama kue kering dan kue basah yang akhir-akhir ini begitu pesat dengan semakin meningkatnya permintaan pasar  menyebabkan banyak orang ingin menggeluti peluang usaha tersebut.

Dengan semakin tingginya persaingan pasar tersebut, pelaku usaha dituntut untuk dapat menghasilkan aneka kue kering dan kue basah yang berdaya saing tinggi dengan didukung oleh kemasan yang baik dan higienis.

Hal ini direspons oleh Pemerintah Kabupaten Blitar, melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), dengan menggelar kegiatan fasilitasi Pelatihan Aneka Kue kepada wanita yang belum bekerja dan pengusaha pemula. Pelatihan berlangsung selama 5 hari mulai Senin (8/7/2019) hingga Jumat (12/7/2019) di Local Education Center (LEC), Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.

Kepala Disnaker Pemkab Blitar, Haris Susianto, mengatakan tujuan diadakannya pelatihan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini adalah memberikan pembekalan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas dalam membuat kue baik kering maupun basah. Sehingga bisa membuat peluang usaha baru yang berdaya saing tinggi untuk menambah penghasilan keluarga.

“Pelatihan ini diadakan agar kaum wanita khususnya yang belum bekerja dan pengusaha pemula dapat berwirausaha secara mandiri untuk menghasilkan produk panganan ringan berupa aneka kue,” kata Haris Susianto.

Dirinya berharap keterampilan yang dite­rima ibu-ibu selama mengikuti pelatihan akan menjadi bekal tambahan untuk lebih mandiri dan meningkatkan ketrampilan membuat kue. Selain kualitas rasa, pihaknya mendorong produk berdaya saing tinggi dengan kemasan yang menarik dan higienis.

“Saya berharap pelatihan ini dapat menjadi pendorong atau motivasi masyarakat khususnya pengangguran untuk berwirausaha. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat untuk mengembangkan diri baik sebagai pengusaha makanan ringan maupun sebagai ibu rumah tangga guna meningkatkan ekonomi keluarga, minimal bisa membuat kue yang enak untuk keluarga dan hari-hari besar,” sambungnya.

Adanya pelatihan ini merupakan salah satu cara Disnaker Pemkab Blitar dalam menciptakan wirausahawan baru di bidang kuliner. Haris juga berharap keberhasilan di bidang usaha kuliner dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. 

“Kita laksanakan pelatihan ini untuk mengurangi pengangguran terbuka. Ini tujuannya menciptakan wirausaha baru. Karena kita tahu, Kabupaten Blitar ini daerah agraris sehingga yang dominan adalah sektor pertanian. Untuk perusahaan di Blitar ini terbatas sekali, kita butuh tempat untuk menampung para pengangguran. Sehingga kita ciptakan pelatihan agar tumbuh wirausaha baru. Wirausaha jika berhasil akan dapat menyerap tenaga kerja,” paparnya.

Untuk meningkatkan skill di bidang usaha kue Disnaker memfasilitasi para calon wirausaha untuk mendapatkan bekal pelatihan dan pengalaman dari ahlinya dengan mendatangkan narasumber yang memang pakar di bidangnya. Andik Eko Arnowo selaku narasumber dari Aisha Cookies Garum mengatakan dalam pelatihan ini pihaknya memberikan materi kue kering dan kue basah. Diantaranya untuk kue basah ada kue mayones. Sementara untuk kue kering peserta diajari cara membuat kue cheese tamales.

“Dua resep kue ini mudah pembuatannya dan bisa cepat diaplikasikan oleh ibu-ibu,” ungkap Andik.

Dikatakannya, prospek pasar untuk dua resep kue ini sangat bagus. Khsusunya ketika lebaran, bisa dipastikan pengusaha kue akan panen rejeki.”Tradisi lebaran itu hanya ada di Indonesia. Jadi ketika lebaran ya pasti makan kue. Pasar kue di Negara kita sangat bagus,” pungkasnya.(kmf)


End of content

No more pages to load