Harpa Kuno (Foto: Istimewa)

Harpa Kuno (Foto: Istimewa)



Bagi penggemar musik- musik klasik kiranya sudah tak asing dengan alat musik 'Harpa'. Alat musik yang biasa dimainkan dengan cara dipetik ini ada 2 jenis.

Diantaranya, Harpa kecil yang dimainkan sambil dipangku atau dililitkan kain sebagai pegangan di pundak. Sedangkan Harpa besar biasanya diletakkan di lantai untuk memainkannya.

Ya, keindahan suara yang dimainkan dari musik ini akan membawa ketenangan tersendiri bagi penikmatnya, bahkan sering digambarkan sebagai alat musik malaikat. Bisa dimainkan secara solo, tapi kerap juga menjadi pelengkap musik - musik orkestra.

Tapi, Harpa yang satu ini berbeda. Bukan dimainkan dengan cara dipetik, tapi zaman dahulu alat musik ini dimainkan dengan mulut. Bahkan, tak tampak seperti alat musik karena bentuknya semacam kayu bambu yang tidak terpakai.

Dilansir dari beberapa sumber, belum lama ini arkeolog dunia menemukan Harpa Mulut kuno di dua situs arkeologi Pegunungan Republik Altai Rusia, Chultukov Log 9 dan Cheremshanka. Ada 5 yang ditemukan, salah satunya ternyata masih bisa dimainkan lho.

Dimainkan oleh seorang profesor dari Institusi Arkeologi dan Etnografi di Akademi Sains Rusia, Andrey Borodovsky, Harpa ini diperkirakan telah ada sejak 1700 tahun yang lalu. Dimana bangsa Hun tengah menguasai Asia Tengah, dan saat itu suku-suku yang hidup di Mongolia, Kazakhtan, China, dan selatan Rusia bersifat nomaden.

Menurut Borodovsky alat musik yang berukuran sekitar 10 x 8 cm ini bunyinya mirip dengan flageolet, sebuah alat musik dari zaman Renaissance yang menyerupai seruling. Harpa kuno ini kemungkinan dibuat oleh perajin berasal dari rusuk sapi atau rusuk kuda.

Namun, jika diteliti lebih jauh Harpa ini masih belum terlalu kuno walaupun sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Karena, ada alat musik tertua di dunia yaitu Seruling yang berusia 44 ribu tahun. Seruling tua tersebut ditemukan di Jerman dan disinyalir terbuat dari tulang burung dan gading raksasa.


End of content

No more pages to load