Bupati Blitar Rijanto (berjenggot) tampil memukau saat main Ludruk Blitaran.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Bupati Blitar Rijanto (berjenggot) tampil memukau saat main Ludruk Blitaran.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)



Ribuan masyarakat Blitar tumpah ruah penuhi tribun Amphiteater Penataran dalam Pagelaran Ludruk Blitaran, Kamis (11/7/2019) malam.

Ludruk Blitaran dengan lakon ‘Ragil Kuning’ yang diperankan oleh Bupati Blitar Rijanto serta Forkopimda itu sukses memukau ribuan warga Blitar yang hadir saat itu.

Masih dalam balutan tema Hari Jadi Blitar ke 695 dan Festival Panji Penataran 2019, Bupati Rijanto berperan sebagai Demang Banjarsari, Kapolres Blitar sebagai Prabu Amiluhur Raja Kerajaan Jenggala, Kapolres Blitar Kota sebagai Lurah Banjarsari, Dandim 0808/Blitar sebagai Patih, Danyon 511/DY Letkol Inf Jadi sebagai Manggala Yudha, Kepala Pengadilan Negeri sebagai Juru Pengadil dan Kepala Kejaksaan Negeri sebagai Jaksa Negeri.

Dengan dibantu artis-artis ternama seperti Lusi Brahman sebagai Garwa Demang Banjarsari, Megawati sebagai Ragil Kuning, dan pelawak Cak Joni sebagai Batur. Tak disangka aksi bupati dan jajaran Forkompimda justru banyak mengundang gelak tawa para penonton.

Bak pelawak profesional, ucapan maupun adegan lucu kerap mereka tampilkan untuk mengibur para penonton.

Pantauan BLITARTIMES, gelak tawa penonton pecah ketika Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha yang berperan sebagai Prabu Amiluhur sedang berdialog dengan Patihnya yang diperankan oleh Dandim 0808/Blitar yang sesekali salah memanggil satu sama lain justru tampak sangat mengibur penonton.

Begitu juga aksi Bupati Rijanto pun tak mau kalah, dengan menggunakan dialog bahasa Jawa sehari-hari, perannya sebagai Ki Demang nampak luwes dan apik. Dibantu oleh lawan mainnya Lusi Brahman sebagai Garwa Demang Banjarsari yang menampilkan ciri khasnya yang endel dan kocak dengan Cak Joni menambah tawa penonton semakin riuh.

Perlu diketahui bahwa, kisah Ragil Kuning merupakan salah satu scene cerita Panji yang menceritakan tokoh Panji Asmoro Bangun yang telah ditunjuk sebagai putra mahkota kerajaan Jenggala oleh ayahandanya Prabu Amiluhur justru pergi dari kerajaan menuju desa dengan menyamar sebagai petani di Banjarsari bernama Entit.

Suatu saat Entit bertemu dengan Ragil Kuning yang sebetulnya adiknya sendiri. Di sini si Entit seakan-akan menggoda dan mencintai Ragil Kuning dengan maksud menguji keteguhan hati adiknya tersebut.

Penyamaran Panji Asmoro Bangun terbongkar setelah sosoknya dikenali oleh Panji Gunungsari yang berusaha menolong Ragil Kuning.

Setelah itu, Panji Asmoro Bangun menyampaikan kepada semua orang maksud penyamarannya sebagai petani ialah untuk mengetahui seperti apa kehidupan rakyatnya saat itu dan mempersiapkan dirinya matang-matang agar nantinya bisa menjadi raja yang baik seperti ayahnya.

Pagelaran Ludruk Blitaran diakhiri dengan menyanyikan lagu Blitar Kang Kawentar bersama dan berfoto bersama warga sebagai rangkaian Hari Jadi Blitar ke 695.(*)


End of content

No more pages to load