Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur dan Profesional Peternakan, Unisba Blitar MoU dengan UPT BLK Wonojati Malang

Mahasiswa Fakultas Peternakan Unisba Blitar saat praktek di BLK Wonojati Malang
Mahasiswa Fakultas Peternakan Unisba Blitar saat praktek di BLK Wonojati Malang

BLITARTIMES
Fakultas Peternakan Universitas Islam Balitar terus berupaya meningkatkan mutu dan kualitas akademis dan kelembagaan. Salah satunya dengan menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) Wonojati Malang.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan Dekan Fakultas Peternakan Unisba Blitar Nita Opi Ari Kustanti, S.Pt, MMA  dengan  Kepala  UPT BLK Wonojati Nur Fadhil, SE, MM di Malang, Rabu (10//7/2019).

Menurut Dekan Fakultas Peternakan UNISBA Blitar Nita Opi Ari Kustanti, S.Pt, MMA, perkembangan peternakan dari konvensional menjadi modern seiring dengan tuntutan zaman. Sehingga peternakan modern merupakan kegiatan yang sarat dengan teknologi canggih. Hal itu harus dipelajari mendalam oleh mahasiswa untuk memperkuat SDM yang terampil dan melek teknologi.

Opi berharap dengan MoU ini, diharapkan mahasiswa lebih fokus dan mencintai  pertanian,  karena peternakan modern merupakan profesi yang prospektif.

“Kerjasama ini dalam rangka pengembangan pendidikan dan pelatihan serta menyediakan sumber-sumber kemampuan dan potensi yang mendukung. Sehingga bermanfaat bagi peningkatan mutu dan nilai tambah mahasiswa,” ungkap Opi melalui keterangan tertulis kepada BLITARTIMES.com Jumat (12/7/2019).

Diharapkan UPT BLK Wonojati akan jadi tempat perkuliahan dan praktek lapang bagi mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Pertanian Unisba Blitar. Di lembaga ini terdapat beberapa program yang dijalankan, program-program tersebut mereka biasa menyebutnya dengan kejuruan, di antarannya ada Kejuruan Pertanian, Kejuruan Peternakan, Kejuruan Perikanan, Kejuruan Mekanisasi Pertanian, dan juga Kejuruan Processing (Pengolahan Hasil Pertanian). 

Program pelatihan peternakan merupakan salah satu kejuruan yang terdapat di UPT PK PPTKLN Wonojati kabupaten Malang tersebut. Di kejuruan ini peserta didik diajarkan agar mampu beternak ayam, kambing / domba, sapi, itik, kelinci, serta mampu mengembangkan teknologi pakan ternak.

“Dinamika industri peternakan di Indonesia terus bergerak maju, terlebih makin bertambahnya jumlah penduduk yang menuntut pula adanya kecukupan gizi asal ternak seperti susu, daging dan telur. Melihat fakta tersebut, Indonesia dipandang masyarakat dunia sebagai pasar yang besar untuk produk mereka,” sambungnya.

Opi menambahkan, tantangan ke depan adalah, industri peternakan nasional, terutama usaha budidaya unggas, harus dikelola secara modern dan profesional. Pengelolaan secara modern di sini adalah tentang cara meningkatkan produktivitas dalam menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar. Sementara pengelolaan secara profesional adalah aktivitas yang mengacu pada pemanfaatan ilmu dan teknologi pada pengolahan bahan baku menjadi suatu produk yang diinginkan pasar.

“Karena berhubungan erat dengan penerapan ilmu dan teknologi dengan segala konsekuensinya, maka industri peternakan modern sudah harus dapat dikelola sumber daya manusia yang memiliki keahlian khusus di bidangnya. Disinilah kami dari Unisba Blitar mendorong mahasiswa sebagai calon entrepreneur dan profesional di bidang peternakan,” pungkasnya.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]blitartimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]blitartimes.com | marketing[at]blitartimes.com
Top