Pemkab Blitar mendukung penuh gelaran Blitar Garage Showcase.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Pemkab Blitar mendukung penuh gelaran Blitar Garage Showcase.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Ada banyak cara untuk berbagi dengan sesama. Demikian pula generasi milenial. Mereka punya beragam cara kreatif untuk beramal. Seperti sekumpulan pemuda dari berbagai komunitas motor klasik yang menggalang donasi kegiatan sosial dengan gelar Blitar Garage Showcase 2019.

Acara dihelat di gedung serbaguna Pemkab Blitar, Minggu (28/7/2019). Sedikitnya 25 komunitas motor tua berbagai jenis ikut berpartisipasi dalam even ini. Aneka motor tua baik yang asli maupun yang sudah dimodifikasi terlihat berjejer rapi di sana.

Panitia kegiatan Bagus Dwi Setyawan mengatakan event ini adalah pameran, bukan kontes. Biker yang ingin motornya dipajang di showcase ini diwajibkan membayar Rp 150 ribu. Seluruh dana terkumpul akan didonasikan untuk pondok pesantren yang mengurus anak yatim.

“Showcase artinya setiap komunitas yang ingin memajang motornya di venue itu bayar Rp 150 ribu. Dapat kaus dan piagam,” ungkap Bagus.

Aneka motor yang dipamerkan terdiri dari motor bebek klasik, Vespa, motor jenis CB hingga motor produksi era 1950-an.”Motor yang dipamerkan kriterianya klasik, tahun lama. Kemudian  motor custom seperti japstyle, café racer, cooper,” paparnya.

Bagus juga menegaskan, pameran yang menyita banyak perhatian pengunjung ini diselenggarakan untuk mengikat kebersamaan sesama pencinta motor tua di Blitar Raya. Dan diharapkan dapat meningkatkan kepedulian terhadap barang-barang klasik, terutama motor

“Ini merupakan ajang pameran dan kontes yang pertama kami lakukan. Tujuannya untuk menambah kekuatan tali silaturahmi antar-sesama pencinta motor tua, khususnya di Blitar Raya dan Jawa Timur. Harapannya lewat event ini, tidak ada ketumpangtindihan antara motor mahal dan motor yang tidak mahal. Harapannya sama rasa, sama rata antara seluruh penggiat motor klasik,” kata dia.

Selain itu, menurut Bagus, ajang pameran dan kontes ini bertujuan untuk menjaga aset-aset motor tua yang ada di Provinsi Jatim. "Jangan lihat dari motornya. Justru kalau saya melihat motor dengan bentuk yang unik, itu menggambarkan kepribadian si pemiliknya yang unik dan ada daya kreativitas yang tinggi di dalamnya. Kalau ini terpatri dalam jiwa anak muda, ini adalah hal yang sangat positif,” tandasnya.

Gelaran Blitar Garage Showcase 2019 mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Blitar. Bupati Blitar Rijanto mewakilkan 3 kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membuka acara ini. 

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar Suhendro Winarso menegaskan pihaknya sangat mengapresiasi acara ini. Menurut dia, pemuda era milenial memang harus kreatif dan memberikan sumbangsihnya untuk masyarakat dan pembangunan.

“Kreativitas rekan-rekan pemuda di Blitar Garage Showcase ini merupakan modal penting bagi Blitar. Dari sisi kepariwisataan ini sangat luar biasa. Ketika riding, mereka bisa bikin vlog ke tempat wisata. Mereka bisa jadi agen penting untuk memperkenalkan Blitar. Saya rasa kegiatan ini penting dan perlu untuk dipertahankan pada tahun depan. Kami dari pemda akan terus men-support agar ke depan pelaksanaanya bisa jauh lebih baik lagi,” tegas Suhendro.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar Toha Mashuri juga menyampaikan apresiasinya.  Bagi, dia tidak seperti gank motor yang ugal-ugalan dan bikin onar, para bikers milenial yang tergabung dalam komunitas motor klasik ini pilih berkarya dan beramal. Dirinya pun berpesan kepada para bikers untuk menjaga keselamatan saat berkendara.

“Jaga keselamatan baik diri sendiri maupun keselamatan orang lain. Dan jangan lupa pula, patuhi rambu-rambu lalu lintas,” imbau Toha.

Senada, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Blitar Eko Susanto menegaskan sebagai salah satu smart city, Kabupaten Blitar berkomitmen untuk memberikan ruang-ruang berkarya bagi para pemuda. “Membangun daerah dengan melibatkan berbagai komunitas ini harus dimunculkan. Event-event dari berbagai komunitas harus ada untuk mengukur tingkat partisipasi, tingkat kreativitas dan inovasi yang ada di level masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut Eko menyampaikan, kemajuan suatu daerah salah satu indikatornya tak dapat dilepaskan dari peran pemuda. Daerah-daerah maju seperti Bandung, Jogja, dan Bali menjadi daerah maju salah satunya karena kreativitas pemuda. 

"Di daerah maju itu terjadi berbagai macam aktivitas masyarakat dan menumbuhkan perekonomian. Pemuda menumbuhkan semangat dan motivasi dari berbagai lini,” pungkasnya.

Selain pameran, Blitar Garage Showcase juga diisi dengan beragam acara. Di antaranya bazar merchandise, gravity, skateboard dan live music.(kmf)