Belajar Pengelolaan Tembakau Varietas Lokal dari Sumedang

Petani tembakau Kabupaten Blitar saat melihat dan mendapat paparan pengelolaan tembakau varietas lokal Sumedang. (Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Petani tembakau Kabupaten Blitar saat melihat dan mendapat paparan pengelolaan tembakau varietas lokal Sumedang. (Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

BLITARTIMES – Tembakau atau bako dalam bahasa Sunda memiliki sejarah cukup panjang di  Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Beberapa bukti bahwa kabupaten ini begitu “dekat” dengan tembakau masih ada hingga kini.

Menurut  berbagai sumber, pada zaman Belanda dulu, banyak warga di Sumedang yang menanam dan membudidayakan tanaman tembakau.  Konon, salah satu bupati Sumedang waktu itu, yakni Pangeran Sugih pun, mendukung sekali upaya warga menanam tembakau tersebut.

Bahkan Belanda beberapa kali mengirimkan tembakau Sumedang  ke negerinya. Tembakau itu. dalam bentuk sudah kering,  diangkut melalui kereta api dari SS (Stasiun Kereta Api Tanjungsari) ke Jawa Tengah. Dari Jawa Tengah, baru diterbangkan ke Belanda.

Dilansir dari tulisan Harry S. Waluyo yang dimuat di Voice, di Sumedang lahan yang ditanami tembakau saat ini terdapat di 25 kecamatan dari 26 kecamatan di Sumedang yang mencapai luas 2.495 hektare dengan jumlah petani mencapai 9.755 orang.

 Dalam satu tahun produksi, tembakau sumedang mencapai 2.239 ton. Jumlah itu dihitung dalam rajang kering. Sisi khas dari tembakau Sumedang ini karena diolah dengan cara dirajang secara tradisional. Rajangan tembakau Sumedang ini terkenal dengan rajangan tipisnya.

Sumedang dikenal sukses mengembangkan varietas tembakau lokal. Tiga di antaranya yang paling terkenal yakni tembakau kence, temangi. dan han juang. Kesuksesan Sumedang mengembangkan varietas tembakau lokal menjadi rujukan bagi daerah lain untuk studi belajar. Termasuk Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Pertanian dan Pangan yang mengajak petani tembakau untuk studi lapang.

Dalam studi yang diberi judul ‘Penerapan Inovasi Teknis melalui Fasilitasi Pelepasan Varietas Tembakau Lokal’, sejumlah petani dari Kecamatan Selopuro dan Kelurahan Kamulan diajak berkunjung ke Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan, salah satu daerah penghasil tembakau varietas lokal di Kabupaten Sumedang, Kamis (8/8/2019).

“Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan yang kami laksanakan untuk memurnikan varietas tembakau Selopuro yang merupakan varietas tembakau lokal di Kabupaten Blitar,” ungkap Kabid Pengembangan SDM Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Blitar Himawan Priambodo.

Rencananya varietas tembakau Selopuro yang saat ini dalam tahap penelitian bersama Balittas Malang akan dilepas pada tahun 2020 mendatang. Dalam kunjungan ini, Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Blitar  bersama para petani ingin belajar dari Kabupaten Sumedang mengenai proses dan mekanisme menuju keberhasilan pemurnian varietas tembakau lokal. 

“Dari studi lapang ini, kami ingin belajar bagaimana proses menciptakan tembakau lokal berkualitas. Bagaimana tembakau lokal ini bisa keluar sertifikatnya. Tentunya kita juga akan belajar penerapan manajemen pengembangan tembakau lokal di sini yang nanti akan kami terapkan di Kabupaten Blitar,” kata dia.

Himawan menambahkan, setelah varietasnya dilepas, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar tidak hanya mengembangkan tembakau Selopuro ini di wilayah Selopuro. Namun juga akan mengembangkannya di kecamatan lain di Kabupaten  Blitar yang memiliki kondisi tanah dan geografis yang mirip dengan Kecamatan Selopuro.

"Harapannya tembakau lokal di Kabupaten Blitar tidak hanya berkembang di  Selopuro saja, tapi juga di kecamatan-kecamatan lain karena tembakau lokal ini harganya lebih tinggi dari tembakau lain. Tentunya nanti setelah varietas tembakau Selopuro ini dilepas, kita akan pikirkan pasarnya, pemasaran ini juga kita pelajari di studi lapang ini,” ungkapnya.

Dalam studi lapang ini, rombongan Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Blitar bersama para petani mendapat paparan langsung dari petani tembakau Sumedang serta Dani Dayawiguna selaku kepala seksi Penerapan Teknologi Perbenihan Balai Pengembangan dan Produksi Benih Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jabar mengenai proses dan langkah-langkah pemurnian tembakau lokal. Rombongan dari Blitar juga diajak langsung melihat lahan pertanian tembakau di Desa Sukawangi.

Dalam paparannya, Dani Dayawiguna dari Disbun Jabar, menyampaikan kepada rombongan dari Blitar bahwa pelepasan varietas itu harus dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan tahapan-tahapannya.

“Supaya nanti ketika siding pelepasan varietas, pihak yang melaksanakan pemulihan varietas lebih mudah untuk mempertanggungjawabkannya. Karena di sana kan ada inventarisasi, identifikasi, uji multi lokasi. Dan di uji multi lokasi itu kana da tahapan-tahapan yang harus dilaksanakan. Terus ada pengamatannya yang menyangkut umur berapa tanaman tersebut berbunga, berapa panjang dan lebar daun. Item ini diamati dan dicatat,” papar Dani.

Dia menambahkan, kesuksesan Sumedang memurnikan varietas tembakau lokal dilalui dengan tidak mudah. Seperti tembakau kence, temangi dan han juang, prosesnya melalui banyak proses. Bahkan penamaan variteas harus mengalami pergantian.

“Aturan penamaan varietas itu tidak boleh nama orang, nama alam dan nama jelek. Tembakau han juang ini dulu nama lokalnya johana, diganti karena johana ini kan nama orang. Terus kalau kence tidak diubah karena kence ini nama bunga aren. Lalu yang sano itu nama orang diubah menjadi temangi. Aturan ini dari PPT (Pendaftaran dan Perlindungan Varietas),” jelasnya.

Lanjut dia menyampaikan, pemasaran varietas dan hasil produksi tembakau dari Sumedang sejauh ini sangat stabil. Permintaan, baik bibit ataupun hasil produksi, datang dari seluruh Jawa Barat.

“Pasar sangat stabil dan terbuka. Produksi tembakau dari Sumedang ini banyak diminati untuk tembakau linting atau kalau orang Jawa bilang lintingan,” pungkasnya. (kmf)

 

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]blitartimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]blitartimes.com | marketing[at]blitartimes.com
Top