Akunnya Menghilang Setelah Hina Kongres PDI-Perjuangan Bawa Berkah Bagi PSK

Postingan @LisaAmartatara3 yang membuat heboh masyarakat Bali dan kader PDI-Perjuangan
Postingan @LisaAmartatara3 yang membuat heboh masyarakat Bali dan kader PDI-Perjuangan

BLITARTIMES, MALANG – Dunia maya beberapa hari ini dihebohkan dengan postingan dari salah satu akun @LisaAmartatara3. Dimana akun dengan profile picture seorang wanita berhijab dan berkacamata sambil tersenyum, memposting sesuatu yang membuat geram masyarakat Bali, khususnya para kader PDI-Perjuangan.

Pasalnya cuitan @LisaAmartatara3 benar-benar menghina seluruh peserta kongres PDI-Perjuangan di Bali dengan tulisan, bahwa kongres tersebut membawa berkah bagi para pekerja seks komersial (PSK).

"Kongres PDIP di Bali membawa berkah. Setidaknya, untuk para PSK (Penjaja Seks Komersial). Para wanita malam itu mendapatkan rupiah lebih banyak dibanding hari biasa, karena banyaknya penggembira dan utusan kongres PDIP yang melakukan transaksi," tulis @LisaAmartatara3.

Sontak saja cuitan itu membuat heboh warganet. Dimana rata-rata menganggap cuitan @LisaAmartatara3 sebagai sebuah penghinaan luar biasa. Bukan hanya bagi peserta kongres PDI-Perjuangan, tetapi juga penghinaan bagi masyarakat Bali.

@Narkosun menuliskan, "Orang ini kok ga ada kapok2nya. Emak2 PEPES yang anggotanya sudah dibui karena menghina presiden Jokowi pada masa kampanye lalu, sekarang berulah lagi. Dia share berita lama (tahun 2005) kemudian diframe dengan narasi kongres PDI Perjuangan di Bali membawa berkah buat PSK di sana,".

Berbagai komentar pun mengalir atas cuitan yang menghina itu. Bahkan beberapa warganet menyandingkan akun tersebut sebagai bagian dari PSK dan germo. 

@almirahrahmaniaputri menuliskan, "Mantan PSK kah kau wahai ibu??? Kok faham bener?" ujarnya. Dilanjut dengan komentar lainnya dari @dpunkchef :"Kemungkinan besar dia germonya,".

Sayangnya akun yang sempat membuat heboh tersebut, ternyata telah menghilang di berbagai media sosial, setelah hal itu ramai jadi perbincangan di medsos.

@rahnavarda menuliskan, "Selalu begitu, habis ngoceh akun menghilang. Kalo emang menyuarakan kebenaran kenapa harus takut. Halah rese orang-orang itu," ujarnya.

MalangTIMES juga mencoba untuk melakukan pengecekan atas @LisaAmartatara3 di berbagai medsos. Tapi, hasilnya nihil dan seluruh akunnya telah dihapus.

@noni.ajj menyampaikan, "kemarin Lisa Marlina, sekarang ada Lisa Lisa lainnya. Aku jadi mikir jangan-jangan mereka berdua mengutarakan pengalaman pribadi jadi PSK," tulisnya.

Berbagai akun lainnya pun meminta untuk PDI-Perjuangan memproses akun tersebut. Sebagian lainnya mention akun Polri dan beberapa nama besar dari PDI-Perjuangan asal Bali.
@yohanes_k777 meminta kepolisian untuk mengusut hoax tersebut. "Membuat hoax berkonsekuensi hukum. Tolong diproses @cycbercrime.id,". 

Postingan @LisaAmartatara3 sebenarnya merupakan postingan lama, seperti yang disampaikan @Narkosun. Dimana cuitan @LisaAmartatara3 diambil dari berita sebuah media di tahun 2005 lampau dengan judul "Kongres PDIP Untungkan PSK" Kamis, 31 Maret 2005.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : The Hindustan Times
-->
Redaksi: redaksi[at]blitartimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]blitartimes.com | marketing[at]blitartimes.com
Top