Ramah Lingkungan, Unisba Blitar Bagikan Daging Kurban dengan Daun Jati

Penyembelihan hewan kurban di kampus 1 Unisba Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Penyembelihan hewan kurban di kampus 1 Unisba Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

BLITARTIMES – Momentum Hari Raya Idul Adha 1440 H dimanfaatkan Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar untuk meminimalkan penggunaan kantong plastik saat pembagian daging hewan kurban.

Ternyata, kampus terbesar di Blitar Raya ini mempunyai cara unik, yaitu dengan menggunakan daun jati. 

Daun jati digunakan untuk menggantikan kantong plastik karena lebih ramah lingkungan. 

Sebab, daun jati biasanya digunakan untuk membungkus nasi yang ada di warung-warung.

Dosen Ilmu Agama Unisba Blitar, KH Rochmad Khudori menjelaskan Unisba sengaja menggunakan daun jati untuk pembungkus sebagai salah satu upaya untuk mendukung program pemerintah mengurangi sampah plastik.

Ratusan bungkus daging sapi terbungkus daun jati dibagikan panitia kurban Unisba Blitar kepada warga sekitar kampus, Senin (12/8/2019). 

Daun jati yang digunakan untuk membungkus daging kurban didatangkan dari Blitar selatan.

“Kami mengikuti anjuran pemerintah. Kita pilih daun jati karena ramah lingkungan, praktis dan mudah dicarinya, di Blitar banyak sekali pohon jati,” ungkap KH Rochmad.

Dikatakannya, berkurban di Hari Raya Idul Adha sudah menjadi agenda rutin Unisba Blitar. Tahun ini disembelih satu ekor sapi. 

“Kurban ini akan terus kita laksanakan tiap tahun. Syukur jika tiap tahun ada peningkatan hewan yang disembelih,” sambungnya.

Lebih dalam KH Rochmad menyampaikan, berkurban niatnya harus taqorrub yakni mendekatkan diri kepada Allah. 

“Kata qurban berasal dari kata qoroba yang artinya mendekatkan diri kepada Allah. Jadi yang betul itu kurban pakai huruf q bukan k, itu artinya mendekatkan diri kepada Allah lewat menyembelih hewan ini,” paparnya.

Yang kedua sambung KH Rochmad, qurban dapat diartikan mengorbankan jiwa dan raga dan mengorbankan sifat-sifat yang jelek. 

Artinya, makna menyembelih hewan qurban itu adalah menyembelih sifat-sifat Hayawaniyah (hewan) yang ada dalam diri manusia.

“Kita manusia itu seringkali bersifat seperti hewan. Jadi makna menyembelih itu, sifat-sifat hewan di dalam diri manusia itu dikorbankan atau dimusnahkan, simbolnya menyembelih itu,” papar dosen yang juga pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatus Sholihin Kuningan Kanigoro.

Lanjut mewakili Institusi dan civitas academica Unisba Blitar, KH Rochmad menyampaikan pesan kepada masyarakat. 

Bahwa berkurban di Hari Raya Idul Adha ini jangan dilihat sebagai sesuatu yang berat.

Dengan landasan niat yang kuat akan mempermudah segalanya.

“Selama ini kurban diartikan kepada mereka yang mampu. Yang selanjutnya adalah bahwa masyarakat harus memandang bahwa kurban ini bagian dari sosial antar manusia, antar umat, antar tetangga dan antar masyarakat. Ini penting, dengan berkurban hubungan sosial antar masyarakat semakin berkualitas,” pungkasnya.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]blitartimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]blitartimes.com | marketing[at]blitartimes.com
Top