Pulang Mengajar, Bu Guru PAUD Temukan Suami Tergantung di Kamar

Kondisi jenazah korban bunuh diri saat dievakuasi petugas. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Kondisi jenazah korban bunuh diri saat dievakuasi petugas. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

BLITARTIMES, MALANG – Selasa 13 Agustus 2019 sepertinya bakal menjadi hari yang tak terlupakan bagi Widyaningsih, warga Dusun Krajan, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit. Bagaimana tidak. Sepulang dari bekerja, perempuan 44 tahun ini mendapati suaminya meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.

”Sepulang dari mengajar, saksi (Widyaningsih) mendapati suaminya meninggal dunia dengan kondisi leher terjerat seutas tali,” kata Kasubag Humas Polres Malang AKP Ainun Djariyah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES.com, korban yang memilih mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri ini diketahui bernama Suwaji. ”Dari keterangan beberapa saksi dan pihak keluarga, diperkirakan korban nekat mengakhiri hidupnya lantaran mengalami depresi yang berkelanjutan,” ungkap Ainun.

Diperoleh keterangan, sesaat sebelum berangkat bekerja, Widyaningsih sempat berpamitan kepada suaminya. Semula tidak ada hal yang mencurigakan.

Hingga akhirnya, sekitar pukul 10.30 WIB, Widyaningsih yang pulang usai mengajar mendapati rumah dalam keadaan tertutup rapat. Lantaran curiga, dia akhirnya berupaya membuka pintu yang kebetulan saat itu tidak terkunci.

Saat masuk ke dalam rumah, situasi dan kondisi tampak sepi. Bahkan, sang suami yang dipanggil berkali-kali tidak menjawab panggilan Widyaningsih. 

Hingga akhirnya, saat membuka pintu kamar, alangkah terkejutnya Widyaningsih. Dia suaminya sudah meninggal dunia dengan kondisi leher terjerat seutas tampar.

Widyaningsih langsung berteriak minta tolong. Warga setempat yang mendengar teriakan tersebut langsung berlarian mendatangi rumah Widyaningsih. ”Istri beserta tetangganya sempat memutus tali yang digunakan untuk bunuh diri. Meski sudah dilakukan beberapa upaya, nyawa korban tetap tidak terselamatkan,” sambung Ainun.

Peristiwa yang menghebohkan warga Dusun Krajan ini akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian. Mendapat laporan, petugas gabungan dari Polsek Dampit dan petugas medis dari puskesmas setempat dikerahkan ke lokasi kejadian.

”Berdasarkan keterangan tim medis, tidak ditemukan adanya luka bekas penganiayaan di tubuh korban. Namun petugas mendapati mulut korban berwarna biru serta berbau racun. Diduga kuat sebelum menjerat lehernya, korban sempat meminum racun,” ujar Ainun.

Perwira polisi dengan tiga balok di bahu ini menambahkan, dugaan bahwa  Suwaji menenggak racun sebelum menjerat lehernya ini diperkuat dengan temuan polisi di lapangan. Dari hasil olah TKP (tempat kejadian perkara), selain mendapati seutas  tampar yang digunakan gantung diri, polisi juga menemukan satu botol Gramazon. Obat pertanian yang tersisa setengah botol tersebut ditemukan polisi di plafon yang berdekatan dengan simpul tali yang digunakan korban untuk gantung diri.

”Pihak keluarga menolak untuk diotopsi. Atas kejadian ini, keluarga korban bersedia membuat surat penyataan dan menganggap kematian korban murni karena bunuh diri,” kata mantan kasat binmas Polres Malang ini.

 

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]blitartimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]blitartimes.com | marketing[at]blitartimes.com
Top