Edarkan Sabu, PSK Asal Banyuwangi Diciduk Polisi Blitar saat Mau Masuk Hotel

Tersangka Dwisanti ditahan di Mapolres Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Tersangka Dwisanti ditahan di Mapolres Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

BLITARTIMES – Demi mencukupi kebutuhan hidup sehar-hari, Dwisanti (29) rela menjadi seorang pekerja seks komersial (PSK) sekaligus menjual barang haram, yakni sabu. Tersangka diamankan oleh jajaran anggota Satresnarkoba Polres Blitar di sebuah hotel di perbatasan Blitar-Malang, tepatnya di Jalan Raya Selorejo, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar. 

Dari tersangka, polisi berhasil mengamankan sabu seberat 0,27 gram dan 0,28 gram. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 112 ayat 1 dan 114  UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya pun cukup berat, paling lama 12 tahun penjara. Kini wanita asal Dusun Genteng, Desa Genteng, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, itu ditahan di Polres Blitar untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Tersangka kami tangkap saat hendak melayani pria hidung belang di salah satu hotel di Kecamatan Selorejo. Dwisanti sudah menjadi target operasi (TO) kepolisian karena mengedarkan serbuk putih haram itu. Tersangka kami tangkap sebelum masuk hotel," ungkap Kasat Narkoba Polres Blitar AKP Didik Suhardi, Rabu (14/8/2019).

Dijelaskan, tersangka sudah menjadi target petugas sejak lama. Dia bekerja sebagai PSK sudah lama. "Dw (Dwisanti) melayani tamu di sejumlah hotel di sejumlah daerah. Biasanya, usai melayani, tersangka ini menawari sabu-sabu," sambungnya.

Tersangka memanfaatkan pekerjaannya itu untuk mengedarkan barang haram tersebut. "Ya, dia dapat sabu dengan cara ranjau. Setelah itu, dia jual lagi kepada tamunya (pelanggan pria hidung belang)," paparnya.

Lebih dalam Didik menyampaikan, dari ungkap kasus ini, pihaknya terus melakukan pendalaman dan pengembangan. Bukan tak mungkin, tidak hanya tersangka PSK yang mengedarkan sabu-sabu dan narkoba jenis lainnya. "Kami masih dalami lagi. Bukan tak mungkin ada keterlibatan PSK yang ikut membantunya atau jadi jaringan dalam menjual sabu-sabu. Ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut," pungkas dia.

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]blitartimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]blitartimes.com | marketing[at]blitartimes.com
Top