Disparbudpora Pemkab Blitar Dialog Pengelolaan Homestay, Ini Dia Yang Dibahas

Dialog Kepengelolaan Homestay yang digelar Disparbudpora Pemkab Blitar.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)
Dialog Kepengelolaan Homestay yang digelar Disparbudpora Pemkab Blitar.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

BLITARTIMES – Keberadaan homestay merupakan salah satu sarana pendukung penting dalam pengelolaan destinasi wisata di Kabupaten Blitar. Terutama untuk memenuhi kebutuhan wisatawan, terlebih apabila terjadi lonjakan pengunjung yang tidak bisa dipenuhi lagi oleh fasilitas akomodasi seperti hotel maupun penginapan lainnya.

Hal itu dikemukakan oleh Kepala Seksi Pengembangan Kelembagaan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga Kabupaten Blitar (Disparbudpora) Kabupaten Blitar,  Arkham Maulana dalam kegiatan Dialog Pengelolaan Homestay yang digelar di Gedung Graha Bhakti Budaya Disparbudpora Kabupaten Blitar, Kamis (15/08/2019).

“Harapan kita dengan adanya dialog antar para pengelola homestay rintisan maka diharapkan mereka bisa mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi tiap-tiap homestay, terkait pemasaran, standarisasi dan bagaimana pengelolaan homestay di Blitar lebih baik lagi untuk kedepannya,” ungkap Arkham saat ditemui BlitarTimes.

Menurut dia, dengan dialog ini nantinya para pengelola rintisan homestay di Blitar yang terdiri dari anggota Pokdarwis di masing-masing destinasi wisata akan lebih dekat dan menjalin komunikasi satu sama lain. Dia berharap homestay bisa menjadi jawaban atas persoalan penginapan seperti saat adanya acara event-event tahunan di Blitar.

Dalam dialog tersebut melibatkan sekitar 50 pengelola homestay dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Blitar. Dipandu oleh pemantik diskusi dari Manager Marketing Hotel Patria Plaza para pengelola homestay rintisan ini nampak antusias menganalisis permasalahan yang dihadapi homestaynya masing-masing.

"Kali ini kita banyak berdialog untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi masing-masing homestay, terkakait pemasaran dan juga standarisasi. Nantinya lebih lanjut kita akan ada pelatihan standarisasi homestay bagi para pengelola rintisan homestay ini," sambungnya.

Arkham menambahkan, saat ini jumlah homestay rintisan di Kabupaten cukup banyak yakni berkisar 140 homestay dan terus bertambah seiring pesatnya perkembangan pariwisata di Kabupaten Blitar. Maka perlu adanya standarisasi homestay untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan.

"Paling tidak standar minimal dari homestay itu bisa terpenuhi. Jadi seperti kebersihan, kenyamanan serta fasilitas seperti kamar mandi, hidangan tamu dan pemilik homestay bisa melayani tamu dengan baik," tukasnya.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]blitartimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]blitartimes.com | marketing[at]blitartimes.com
Top