Rapat Paripurna Gabungan  DPRD Kota dan Kabupaten Blitar

Rapat Paripurna Gabungan DPRD Kota dan Kabupaten Blitar



DPRD Kota Blitar dan DPRD Kabupaten Blitar menggelar rapat paripurna gabungan mendengarkan pidato Presiden RI dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, Jumat (16/8/2019).

Slamet, Wakil Ketua DPRD Kota Blitar memimpin langsung paripurna tersebut didampingi Totok Sugiarto Wakil Ketua DPRD Kota Blitar dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, Ketua DPRD Kabupaten Blitar Suwito, Wakil Ketua  DPRD Kabupaten Blitar Hery Romadhon. Hadir pula Bupati Blitar Rijanto, Plt Wali Kota Blitar Santoso, Forkopimda, Kepala OPD Kota dan Kabupaten Blitar dan tamu undangan lainnya.

Terlihat juga hadir para camat, kades dan lurah se Kecamatan Kota dan Kabupaten Blitar, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda serta perwakilan ormas, perwakilan pimpinan perusahaan, perbankan, mahasiswa dan media massa.

Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto mengatakan mendengarkan pidato kenegaraan presiden merupakan agenda nasional yang diikuti daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota pada bulan Agustus.

Hal itu berdasarkan surat resmi dari DPR RI, agar DPRD menggelar paripurna mendengarkan pidato kenegaraan di daerah.

“Mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia dari Gedung Nusantara melalui siaran televisi nasional. Untuk Blitar Raya, sudah menjadi tradisi untuk dilaksanakan secara gabungan oleh DPRD Kota Blitar dan DPRD Kabupaten Blitar," ungkap Totok.

Ditegaskan, kegiatan mendengarkan pidato kenegaraan merupakan acara tahunan yang sangat bermanfaat.

"Di agenda ini bersama kita dengarkan informasi aktual, untuk mengetahui arah kebijakan pembangunan nasional kedepan. Mewakili DPRD kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang hadir bersama-sama di Gedung DPRD Kota Blitar,” tukasnya.

Usai dibuka, dilanjutkan menyaksikan pidato Presiden Joko Widodo. Anggota DPRD, Bupati, Plt Wali Kota, Forkopimda dan seluruh yang hadir menghadap layar lebar yang disiapkan panitia menyaksikan pidato kenegaraan.

Dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan banyak hal. Diantaranya mengingatkan kepada jajaran eksekutif supaya lebih efisien. Kemudian, dia pun menyinggung studi banding yang sering dilakukan anggota DPR.

"Untuk apa studi banding jauh-jauh sampai ke luar negeri padahal informasi yang kita butuhkan bisa diperoleh dari smartphone kita?" ucap Jokowi.

Setelah itu, Kepala Negara tiba-tiba menunjukkan smartphone warna hitam. Di luar teks pidato yang sudah disusun, Jokowi mengatakan apabila ingin mencari informasi terkait Amerika Serikat, Rusia, atau Jerman sebenarnya bisa melalui smartphone.

"Ini relevan buat anggota DPR," ujarnya, yang kemudian disambut riuh oleh para hadirin.

Presiden juga meminta izin untuk memindahkan ibu kota ke Kalimantan pada pidato kenegaraan memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-74 di gedung DPR RI. Jokowi tidak menyebut secara rinci provinsi atau kota yang bakal jadi ibu kota baru. Namun setelah pidato tersebut anggota DPD asal Kalimantan Timur (Kaltim) yang memimpin doa.

Ia adalah Muhammad Idris yang merupakan Senator asal Kaltim. Idris diketahui kembali memenangkan kursi DPD pada pemilu serentak lalu.

Sebelum dan sesudah Idris berdoa, para Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) tersenyum lebar. Idris pun berdoa agar pemindahan ibu kota berjalan lancar sesuai nilai-nilai Pancasila.(*)


End of content

No more pages to load