Widodo Saptono Johanes.(Foto

Widodo Saptono Johanes.(Foto



Pembayaran pajak di Kota Blitar akan dilakukan secara online. Pemkot Blitar kini sedang menyiapkan aplikasi untuk sistem pembayaran pajak tersebut.

"Kami masih menyiapkan aplikasinya. Kami perkirakan penerapan pembayaran pajak secara online dimulai pada September 2019," kata Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Blitar, Widodo Sapto Johanes.

Dia mengatakan dengan sistem online, pembayaran pajak lebih transparan. Wajib pajak bisa mengontrol uang pajak yang sudah disetorkan ke pemerintah. Selain itu, kerja petugas pemungut pajak juga lebih mudah. "Wajib pajak bisa melihat ketetapan pajak dan kapan waktu pembayarannya lewat aplikasi," ujarnya.

Saat ini, pembayaran pajak melalui sistem online di Kota Blitar baru untuk pajak bumi dan bangunan (PBB). Itu pun sistemnya masih terbatas melalui mobile banking. Wajib pajak yang tidak punya saldo di bank yang ditunjuk untuk pembayaran pajak belum bisa membayar pajak secara online.

"Kalau pakai aplikasi, semua pembayaran pajak bisa secara online. Mulai pajak hiburan, pajak parkir, pajak air tanah, dan pajak restoran pembayarannya secara online," katanya.

Dia menjelaskan, uang pajak dari warga ini juga dikembalikan lagi untuk program masyarakat. Uang pajak paling banyak digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan kesehatan.

Dengan sistem yang transparan ini, dia berharap masyarakat bisa ikut memantau pengelolaan pajak daerah.

Menurutnya, pendapatan pajak paling banyak masih dari sektor pajak bumi dan bangunan (PBB). Pada tahun ini, target PBB di Kota Blitar sekitar Rp 11 miliar.

Hingga pertengahan Agustus 2019, realisasi PBB sudah mencapai 50,31 persen atau sekitar Rp 5,5 miliar. "Kami berharap masyarakat tertib membayar pajak. Karena uang dari pajak ini digunakan kembali untuk program pelayanan ke masyarakat," pungkasnya.(*)


End of content

No more pages to load