Kemeriahan Pawai Kebangsaan di Kota Blitar.(Foto:Malik Naharul/BlitarTIMES)

Kemeriahan Pawai Kebangsaan di Kota Blitar.(Foto:Malik Naharul/BlitarTIMES)


Editor

A Yahya


Masih dalam rangkaian Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 74, Pemerintah Kota Blitar kembali mengadakan pawai kebangsaan, Minggu (25/08/2019).

Pawai berlangsung meriah, meski di bawah terik matahari, ribuan masyarakat Blitar begitu antusias menyaksikan pawai ini.

Pasalnya, pawai kebangsaan hari kedua ini diikuti oleh 57 peserta umum yang terdiri dari berbagai unsur dan elemen masyarakat selain instansi pemerintahan dan instansi pendidikan.

Pawai ini semakin meriah dengan adanya kendaraan hias dan puluhan Ogoh-ogoh. Apalagi masing-masing peserta memang berupaya tampil unik dari hasil kreativitas komunitasnya masing-masing.

Ada yang mengenakan pakai khas daerah, kostum berbagai profesi hingga atraksi-atraksi yang menghibur masyarakat yang menyaksikan pawai ini di sepanjang jalan. "Tahun ini, Pawai Kebangsaan digelar dua hari. Hari pertama pesertanya OPD, sekolah, dan BUMD, sedangkan hari kedua pesertanya dari masyarakat umum," kata Plt Wali Kota Blitar, Santoso, sebelum memberangkatkan peserta pawai.

Rute Pawai Kebangsaan dimulai dari Start di depan kantor Wali Kota Blitar, Jalan Merdeka. Dari Jalan Merdeka, para peserta berjalan ke arah Barat lalu belok kiri melewati Jalan Anggrek menuju Jalan Mastrip.

Dari Jalan Mastrip, peserta berjalan ke timur melewati Jalan TGP, Jalan Panglima Sudirman, dan finish di depan rumah dinas Wali Kota Blitar di Jalan Sudanco Supriyadi.

Ribuan masyarakat menyemut di sepanjang jalan yang dilewati peserta pawai. Sementara itu, para peserta menampilkan berbagai kreativitas yang menonjolkan kesenian dan kebudayaan Indonesia.

Selain itu, para peserta juga memamerkan potensi unggulan di Kota Blitar. Yang cukup menarik yakni peserta dari Kelurahan Bendogerit dengan menampilkan produk unggulannya batik Balitar.

Berbagai macam motif batik khas Kelurahan Bendogerit dirangkai sedemikian rupa menjadi kostum karnaval yang unik. "Pawai Kebangsaan ini kita mengusung tema yang berkaitan erat dengan kekayaan budaya yang ada di Indonesia dan sejumlah potensi unggulan di Kota Blitar," ujar Santoso.

Menurutnya, pawai kebangsaan dalam rangka memperingati HUT RI ke 74 ini merupakan wujud rasa syukur atas perjuangan merebut Kemerdekaan Republik Indonesia. Saat ini masyarakat Blitar khususnya tidak perlu mengangkat senjata, akan tetapi lebih kepada mengisi kemerdekaan dengan menjalankan pembangunan bangsa yang lebih baik.

"Saat ini tugas kita bagaimana mengisi pembangunan dan jerih payah perjuangan pahlawan bangsa ini di kota blitar agar terwujud gerak pembangunan yang lebih baik," terangnya.

Selain itu, santoso juga menegaskan, bahwa di Kota Blitar disemayamkan founding father, penggali Pancasila sekaligus pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Ir Soekarno. Oleh karena itu, Pemkot Blitar wajib membangkitkan rasa nasionalisme dan patriotisme kepada seluruh warga Blitar.  "Mudah mudahan semangat dan api perjuangan dari Bung Karno sebagai pendiri NKRI sebagai penggali Pancasila dapat kita warisi ," tuntasnya.(*)

Tag's Berita blitar berita blitar

End of content

No more pages to load