Ilustrasi.(Foto : padangkita.com

Ilustrasi.(Foto : padangkita.com



Jumlah penerbitan paspor di Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Blitar tahun ini naik sekitar 20 persen per hari jika dibandingkan tahun lalu. Tahun ini, Kanim Blitar rata-rata menerbitkan 120-130 paspor per hari.

"Kalau dibandingkan tahun lalu, jumlah penerbitan paspor tahun ini meningkat 20 persen per hari. Tahun lalu, rata-rata menerbitkan 100 paspor per hari, sekarang 120-130 paspor per hari," kata Kepala Kanim Kelas II Non TPI Blitar, M Akram.

Akram mengatakan, salah satu faktor yang mendorong meningkatkan penerbitan paspor, yaitu, dari jamaah umrah. Jumlah jamaah umrah di wilayah Kanim Blitar semakin banyak. Kanim Blitar membawahi wilayah Kota/kabupaten Blitar dan Kabupaten Tulungagung. "Mungkin karena daftar tunggu haji lama, banyak masyarakat yang memilih umrah. Banyak masyarakat yang mengurus paspor untuk umrah," ujarnya.

Selain itu, kata Akram, masyarakat dari luar kota juga banyak yang mengurus paspor di Kanim Blitar. Pengurusan paspor memang bisa dilakukan di mana saja. Masyarakat dari luar kota ini juga menjadi faktor meningkatnya penerbitan paspor di Kanim Blitar.

"Banyak juga yang dari luar kota, seperti Malang dan Surabaya yang mengurus paspor di Kanim Blitar. Selama kuotanya masih tersedia, mereka tetap kami layani," terangnya.

Dikatakannya, selama Januari-September 2019 ini, Kanim Blitar sudah menerbitkan 23.041 paspor. Jumlah itu dipastikan naik dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu, Kanim Blitar menerbitkan sebanyak 25.939 paspor. "Jumlah totalnya pasti naik dibandingkan tahun lalu. Sekarang masih ada sisa waktu tiga bulan," jelasnya.

Menurutnya, Kanim Blitar juga memperketat proses permohonan paspor. Hal itu untuk mengantisipasi penyalahgunaan paspor bagi TKI non-prosedural atau ilegal. Pada Juli-September 2019 ini, Kanim Blitar menangguhkan 44 permohonan paspor.

"Permohonan paspor yang kami tangguhkan itu dicurigai sebagai TKI non-prosedural. Biasanya, kami memperketat pengurusan paspor saat sesi wawancara," tuntasnya.(*)


End of content

No more pages to load