Plt Wali Kota Blitar Santoso bersama anak yatim dari Yayasan Yatim Mandiri.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Plt Wali Kota Blitar Santoso bersama anak yatim dari Yayasan Yatim Mandiri.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)



Plt Wali Kota Blitar, Santoso menerima kunjungan anak yatim dari Yayasan Yatim Mandiri Blitar. Sebanyak 11 anak yatim didampingi pengurus yayasan diterima Plt wali kota di ruang kerjanya, Kamis (26/9/2019).

Dalam kunjungan ini, Santoso beraudiensi dengan para anak yatim dengan duduk bersama di satu meja. Selain memotivasi agar anak-anak itu menggapai mimpi dan cita-cita, Santoso juga bercerita bagaimana dirinya berproses hingga menjadi Plt Wali Kota Blitar serta kesehariannya menjalankan tugas pekerjaan di pemerintahan.

“Saya juga sama dengan kalian, saat umur 5 tahun ayah saya meninggal, jadilah saya anak yatim. Lalu ketika SMA ibu saya meninggal, jadilah saya yatim piatu. Tapi saya bersemangat dalam menjalani hidup, hingga akhirnya saya bisa menjadi Wakil Wali Kota Blitar mendampingi Bapak Samanhudi Anwar,” ungkap Santoso.

Para anak yatim pun tak menyianyiakan kesempatan bertemu dengan pemimpin mereka. Di kesempatan ini mereka pun aktif bertanya. Uniknya ada beberapa pertanyaan lucu, seperti ‘tugas pak Santoso setiap hari apa saja’, ‘Pak bisakah saya jadi wali kota’, ‘pak bolehkah saya duduk di kursi kerja bapak’. Menanggapi pertanyaan anak-anak itu Santoso merasa senang. Dirinya pun langsung memberikan suntikan moral dan semangat.

“Oh tentu kalian bisa seperti saya, saya doakan agar kalian semua bisa menjadi pemimpin masa depan Kota Blitar dan bangsa Indonesia. Duduk di kursi kerja saya?, tentu boleh semoga nanti dari kalian ada yang jadi pemimpin dan wali kota, menjadi anak yang sholeh dan sholehah, karena anak yatim itu tidak ada bedanya dengan anak-anak yang lain,” tukasnya.

Lebih lanjut Santoso dalam wawancara dengan awak media menyampaikan, kedekatan dengan anak yatim merupakan sikap yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. “Anak-anak ini juga merupakan bagian dari masyarakat Kota Blitar. Mudah-mudahan, doa dari anak yatim adalah doa yang mustajabah. Sehingga seluruh program-program yang dijalankan Pemkot Blitar bisa didoakan dan berjalan baik,” katanya.

Dikatakannya, sebagai bentuk penghargaan pemkot kepada masyarakat Kota Blitar, setiap tahun pemkot melalui dinas sosial rutin memberikan santunan kepada anak yatim piatu. Santunan tersebut digelar selama dua kali, dimana periode yang kedua bertepatan dengan bulan Muharram.

“Santunan ini kita naikkan, ya mulanya Rp 50 ribu menjadi Rp 100 ribu. Apalah artinya uang Rp 100 ribu bagi anak-anak yatim, sedikit yang kami bisa untuk berbagi kebahagiaan. Oleh karena itu, hari ini ada anak-anak yatim yang ingin silaturahmi tetap kita terima dengan baik,” paparnya.

Sementara itu Kepala Cabang Yatim Mandiri Blitar, Rifki Nurdiansyah, mengatakan silaturahmi anak yatim ke Plt Wali Kota Blitar adalah salah satu agenda muharram Yayasan Yatim Mandiri Blitar. Tujuannya, adalah memberikan motivasi kepada anak-anak yatim agar kedepan memiliki impian untuk menjadi orang sukses.

“Even Muharram Yatim Mandiri tahun ini tak hanya sekedar santunan, kali ini kita spesialkan dengan silaturahmi kepada bapak Plt Wali Kota Blitar agar mendapatkan motivasi,” terangnya.

Lebih dalam Rifki menyampaikan, secara nasional Yayasan Yatim Mandiri menyalurkan program Beasiswa Yatim Mandiri (Bestari) sebesar Rp 11.480.270 kepada 18.345 anak yatim piatu di seluruh Indonesia. Untuk Blitar Raya, ada 200 anak yang menerima beasiswa ini.

"Rincianya untuk kota dan kabupaten Blitar persentasenya 50-50,” pungkasnya.(*)


End of content

No more pages to load