Sekda Rudy  Wijanarko meresmikan monumen Batik Kembang Turi.

Sekda Rudy Wijanarko meresmikan monumen Batik Kembang Turi.



Batik yang ditetapkan sebagai warisan budaya kini memiliki monumen yang ada di Kota Blitar. Monumen Batik Kembang Turi berdiri gagah di Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo. Monumen ini diresmikan oleh Sekretaris Daerah Kota Blitar, Rudi Wijanarko tepat di Hari Batik Nasional, Rabu (2/10/2019) malam.

Kota Blitar merupakan satu di antara pusat kebudayaan Jawa yang berkembang dengan pesat .Di masa lalu Blitar menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit yang sangat penting. Bahkan kebudayaan masa lalu itu masih bisa kita nikmati hingga saat ini. Kebudayaan yang ikut berkembang pesat di Blitar adalah kebudayaan batik.

Peresmian Monumen Batik Kembang Turi ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penombolan sirine tanda membukaan monumen oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Blitar Rudy Wijanarko. Dilansir BLITARTIMES dari situs resmi Pemkot Blitar, sekda mengatakan, keberadaan Monumen Batik Kembang Turi harus diapresiasi positif berbagai komponen secara bersama sama

“Dengan menggunakan momen yang sangat tepat pada peringatan Hari Batik Nasional. Saatnya untuk lebih mencintai produk-produk lokal termasuk keberadaan Batik di Kota Blitar, khususnya di Kelurahan Turi ini. Sehingga bisa berkembang,” ungkap Rudy.

Sementara itu, Lurah Turi Bambang Irawan  mengatakan, peresmian Monumen Batik Kembang Turi ini memang sengaja menggunakan momen peringatan Hari Batik Nasional karena erat hubungannya, seperti pada peresmian Kampung Batik Kembang Turi sebelumnya.

Bambang menambahkan, Monumen Batik Kembang Turi berada di perempatan Jalan Turi, tepatnya di pojok sisi selatan dan barat jalan. Berupa patung seorang wanita yang sedang membatik dan mengenakan pakaian batik.

Adanya identitas ini dapat menguatkan identitas Kampung Batik Kembang Turi dan mempermudah pengunjung yang ingin melihat atau membeli produk produk batik warga ini. “Kami harap, dengan sarana prasarana ini, keberadaan Kampung Batik Kembang Turi bisa terus berkembang,” kata Bambang.  

Di momen peringatan Hari Batik Nasional kali ini, Kelurahan Turi juga menggelar acara besar yakni Pameran Bazar Batik dan Kuliner.  Acara ini digelar mulai tanggal 2 hingga 4 Oktober 2019. Event ini melibatkan para pengrajin batik warga Kelurahan Turi yang tergabung dalam Kelompok Batik Kembang Turi dan Asosiasi Batik Asli Blitar (Ababil) ini.

“Saya mengajak semua pihak untuk mencintai produk-produk local Kota Blitar, berupa batik. Mendukung karya budaya bangsa. Bahkan even semacam ini bisa sering digelar dan lebih luas lagi,” tandas Sekda Rudy.


End of content

No more pages to load