Plt Wali Kota Blitar Santoso ajak seluruh warga Kota Blitar sukseskan Gertak Gugah DBD (Foto: Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Plt Wali Kota Blitar Santoso ajak seluruh warga Kota Blitar sukseskan Gertak Gugah DBD (Foto: Aunur Rofiq/BlitarTIMES)



Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sudah menjadi masalah nasional karena jumlah penderita dan kematian yang diakibatkannya cukup tinggi sehingga dapat menimbulkan keresahan masyarakat di berbagai daerah termasuk Kota Blitar.

Di Kota Blitar sendiri, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) ini telah merupakan kasus yang endemik dimana dalam 3 tahun terakhir ini kasus penyakit DBD tersebut selalu ada meskipun jumlah penderitanya tidak banyak.

Setiap tahun Pemerintah Kota Blitar tak henti-hentinya menanggulangi penyakit ini. Upaya masif salah satunya dengan mendeklarasikan Gerakan Serentak Penanggulangan dan Pencegahan Demam Berdarah Dengue (Gertak Gugah DBD), Rabu (16/10/2019), di Jalan Paku Buwono, Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul. 

Acara pencanangan ini dihadiri Plt Wali Kota Blitar Santoso, Sekda Kota Blitar Rudi Wijanarko, lurah dan camat se Kota Blitar, togatomas dan kader Jumantik.

Kelurahan Tanggung dipilih sebagai lokasi dilaunching nya Gertak Gugah DBD, karena daerah ini dijadikan sebagai pilot project pemberantasan DBD setelah sukses memberantas DBD dengan gerakan satu rumah satu jumantik.

Kepada awak media, Plt Wali Kota Blitar, Santoso, menyampaikan Gertak Gugah DBD merupakan program penting dari Dinas Kesehatan dalam pemberantasan DBD.

“Gertak Gugah DBD, adalah gerakan awal menyambut datangnya musim penghujan. Memantau dan membasmi jentik dilakukan sedari sekarang agar nanti ketika musim penghujan datang DBD tidak memakan korban jiwa,” ungkap Santoso.

Santoso menambahkan, saat ini ada dua Kelurahan di Kota Blitar yang dijadikan pilot project pemberantasan DBD, yakni Kelurahan Tanggung dan Kelurahan Karanglo. Dirinya berharap kesuksesan pemberantasan DBD di dua daerah ini bisa menular ke seluruh wilayah Kota Blitar.

“Satu rumah satu kader jumantik, tugasnya memantau jangan sampai setiap rumah itu berkembang jentik-jentik yang memunculkan penyakit demam berdarah. Kemudian pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan mendaur ulang barang-barang bekas yang ada,” paparnya.

Lebih lanjut Santoso mengimbau kepada masyarakat Kota Blitar untuk mendukung program Gertak Gugah DBD. “Dukungan harus dengan tindakan. Kaleng-kaleng bekas, kemudian bekas-bekas minuman ringan bisa didaur ulang. Nyamuk Aides Aigypty itu berkembang di tempat-tempat air yang jernih, tempat-tempat air harus dikuras supaya nyamuk tidak berkembang,” tandas nya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, M.Muchlis, menegaskan pihaknya akan seoptimal mungkin memberikan ilmu kepada masyarakat untuk pencegahan berkembangnya dan menularnya penyakit DBD. Dia pun menegaskan, agar masyarakat mau dan mampu melakukan Gertak Gugah DBD butuh sinergitas dari seluruh pihak.

“Masyarakat tahu memberantas DBD itu dari kami. Tapi kalau mau dan mampu itu dari stakeholder mulai dari Pak Wali Kota, camat, lurah, ketua RW, ketua RT hingga kepala keluarga,” tegasnya.

Dijelaskan nya, jumlah penderita DBD di Kota Blitar pada tahun ini mengalami penurunan drastis karena sepanjang tahun mengalami musim kemarau. Namun demikian antisipasi terus dilakukan karena diprediksi akhir tahun ini akan mengalami musim penghujan.

“Antisipasi kita salah satunya dengan kader satu rumah satu jumantik. Untuk memantau dan mengevaluasi kinerja mereka, kami kerjasama dengan RT, RW dan kecamatan,” pungkas nya.(*)


End of content

No more pages to load