Plt Wali Kota Blitar Santoso membuka pelatihan pemasaran online yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Mikro.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Plt Wali Kota Blitar Santoso membuka pelatihan pemasaran online yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Mikro.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)



Di era digital, pemasaran secara online semakin mutlak. Terkait hal ini Pemkot Blitar melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menggelar pelatihan usaha pemasaran online yang diikuti 200 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). 

Pelatihan yang digelar selama tiga hari dibuka langsung oleh Plt Wali Kota Blitar Santoso, Rabu (16/10/2019).

Dalam sambutannya, Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Juari, mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas usaha para pelaku UKM. Salah Satunya dengan pelatihan pemasaran online yang digelar hari ini.

“Karena kalau kita hanya bisa memproduksi tanpa bisa memasarkan ya percuma. Oleh sebab itu pelaku UMKM kami beri bekal melalui pelatihan pemasaran online. Karena sekarang adalah era teknologi informasi maka kita harus ikuti perkembangan zaman,” ungkap Juari.

Dikatakan nya, saat ini seluruh orang memiliki ponsel android. Dalam hal ini Juari mengajak para pelaku UMKM untuk cerdas menggunakan smartphone sebagai media pemasaran.

“Harapan kami, pasca pelatihan ini dalam waktu singkat peserta bisa termanfaatkan hasilnya, bisa memasarkan produknya secara online. Disamping itu kalau sering-sering ketemu seperti ini kita bisa berkolaborasi, kita bisa saling bertukar pikiran terkait usaha yang digeluti,” pungkas nya.

Sementara itu, Plt Wali Kota Blitar, Santoso, menegaskan pelatihan ini sangat penting dalam mendongkrak perekonomian UMKM seiring kemajuan teknologi dan perkembangan IPTEK.

“Kota Blitar sarat dengan potensi UMKM. Di era seperti sekarang ini kita tak bisa terus mengandalkan model pemasaran tradisional. Di era sekarang pelaku UMKM ya harus belajar sistem perdagangan model online. Oleh sebab itu pelaku UMKM kita bekali agar produk-produknya bisa laris terjual ke luar,” papar Santoso.

Santoso menambahkan, dengan model pemasaran online maka usaha yang digeluti pelaku UMKM akan lebih berkembang. Fasilitas media sosial seperti Facebook, Instagram serta pemanfaatan situs jual beli online akan berdampak dikenalnya produk-produk UMKM itu mulai level nasional hingga internasional.

“Dengan sistem online tidak perlu toko fisik, dirumah pun order produk bisa jalan. Pelaku UKM kini berusaha sangat praktis karena tak perlu membayar sewa kios atau toko sehingga dapat menekan biaya produksi usaha,” lanjutnya.

Lebih dalam Santoso menyampaikan, Pemkot Blitar selalu berikhtiar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya lewat beragam program yang telah disiapkan termasuk program-program bagi UMKM.

"Jadi pelatihan pemasaran online ini merupakan salah satu upaya kita untuk terus meningkatkan daya saing dan kapasitas masyarakat sehingga nantinya bisa turut meningkatkan kesejahteraan mereka," tandas Plt wali kota.(*)


End of content

No more pages to load