Sang Pangeran Badut Kriminal yang menghebohkan dunia (Ist)
Sang Pangeran Badut Kriminal yang menghebohkan dunia (Ist)

Film besutan Todd Phillips, Joker (2019), benar-benar fenomenal. Joker telah secara resmi menduduki peringkat teratas dalam raihan pendapatan tertinggi kategori film dengan rating R atau Restricted. Dengan pendapatan mencapai 785,5 juta dollar AS di seluruh dunia. Nilai yang dimungkinkan akan terus naik dan diprediksi bisa mencapai 1 miliar dollar AS.

Kegagahan sang Pangeran Badut kriminal dalam mendulang uang warga dunia itu, memang luar biasa. Tapi, ekses negatifnya juga masih membayangi saat ini. Bukan hanya dari penonton Indonesia saja, melalui berbagai testimoni terkait gelapnya film itu. Tapi, juga menyisakan phobia pada sesuatu yang 'berbau' Islam.

Hal ini terjadi di Paris, Prancis, seperti dilansir surat kabar Le Parisien. Dimana para penonton pangeran badut kriminal ini kocar-kacir, histeris, saat menonton Joker dikarenakan teriakan takbir dari seorang penonton.

"Allahu Akbar!" teriak seorang penonton saat pemutaran Joker, sambil berdiri dari kursinya. Serta meletakkan tangannya di dada.
Takbir penonton yang merupakan warga Boulogne-Billancourt, pinggiran Paris, yang tak disebut namanya itu ternyata berhasil membuat seluruh penonton yang berada di dalam bioskop panik. 

Kondisi dalam bioskop pun seketika menjadi kacau, saat para penonton saling berebut lari ke luar. Kepanikan besar yang dipicu takbir dalam pemutaran Joker itu pun seketika membuat aparat keamanan Paris bergerak cepat.

"Itu benar-benar panik. Orang-orang melompati kursi dan para wanita jatuh ke tanah di gang-gang," ucap seorang penonton pangeran badut bernama Victor kepada Le Parisien.

Sang penonton yang berteriak "Allahu Akbar" itu pun ditangkap, walau sempat terjadi pergumulan antara dirinya dengan penonton dan petugas keamanan bioskop. Sampai akhirnya polisi berhasil mengamankan di luar gedung.

Ternyata, kepanikan penonton pangeran badut kriminal selain dipicu oleh takbir, juga dikarenakan adanya rumor bahwa pria berusia 34 tahun itu juga membawa senjata. Walaupun akhirnya setelah ditangkap dan digeledah, ternyata rumor itu tak benar.

Tapi phobia atas kalimat takbir itu ternyata masih begitu kuatnya. Sampai-sampai pasukan penjinak bom dan anjing pelacak pun dikerahkan setelah peristiwa itu. Mereka menyisir setiap sudut bioskop untuk mencari senjata atau bahan peledak. Dengan hasil tak ditemukannya apa yang ditakutkan oleh para penonton sang pangeran badut kriminal itu.

Ketakutan itu juga dipicu dengan berbagai rumor terkait Joker di berbagai belahan dunia. Dimana, ekses musuh bebuyutan Batman ini memang telah membuat aparat keamanan melipatgandakan pengamanan di berbagai bioskop selama pemutaran film.

Seperti yang disampaikan oleh manajemen bioskop dari Prancis yang dikutip oleh Mirror, yang mengatakan bahwa film yang dibintangi Joaquin Phoenix ini menarik jenis penonton tertentu, terutama orang-orang yang menentang sistem.