Ilustrasi.(Foto : Tribunnews)
Ilustrasi.(Foto : Tribunnews)

Pemkot Blitar telah mengusulkan kenaikan upah minimum kota (UMK) 2020. Usulan kenaikan UMK tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015. Pada 2020 UMK diusulkan naik sebesar Rp. 1.954.635,76 . 

Kepala Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan PTSP Kota Blitar, Suharyono dilansir dari laman situs resmi Pemkot Blitar, Jumat (15/11/2019) mengatakan, pihaknya sudah mengajukan draf usulan UMK Kota Blitar Tahun 2020 ke Gubernur Jawa Timur 05 Nopember 2019, sebesar 1.954.635,76 Rupiah. Nominal itu naik 153.299 Rupiah dari UMK Kota Blitar Tahun 2019 sebesar 1.801.406,09 Rupiah.

Dijelaskan, besaran UMK Kota Blitar Tahun 2020 itu ditentukan berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan prosentase inflasi di Karisidenan Kediri, khususnya Kota Blitar. Termasuk hasil rapat serta kajian dari Dewan Pengupahan Kota Blitar yang beranggotakan tim dari Pemerintah Daerah, Pengusaha dan Serikat Buruh.

“Kita sejak awal mengusulkan UMK Kota Blitar 2.066.063 Rupiah, tapi setelah dievaluasi dengan berbagai pertimbangan menjadi 1.954.635,76,” ungkap Suharyono dikutip dari laman situs resmi Pemkot Blitar.

Suharyono menambahkan, usulan UMK Tahun 2020 saat ini masih dibahas Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Timur, Termasuk Kota Blitar bersama usulan UMK 37 Kabupaten/Kota lain se Jawa Timur.

“Tentu jika sudah ditetapkan maka harus menjadi acuan bagi perusahaan di Kota Blitar untuk memberlakukannya, sebagaimana perundang-undangan yang berlaku. Kalau sudah ditetapkan maka nanti tinggal dilaksanakan. Yang jelas untuk kenaikan UMK sudah diusulkan,” pungkasnya.(*)