Empat dalang tampil dalam satu lakon di Candi Penataran peringati Hari Wayang Sedunia.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)
Empat dalang tampil dalam satu lakon di Candi Penataran peringati Hari Wayang Sedunia.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Sebanyak 4 dalang sekaligus tampil bersamaan dalam pagelaran wayang kulit dalam rangka peringatan Hari Wayang Sedunia di komplek Candi Penataran, Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Pagelaran wayang ini digelar nonstop semalam suntuk dan tampil bersamaan membawakan satu lakon yang sama Sabtu, (16/11/2019) malam.

Dengan menampilkan lakon "Suryaning Jagad", empat dalang yang tampil bersamaan tersebut antara lain, Ki Suhendro Winarso (Kepala Disparbudpora Kabupaten Blitar), Ki Hari Wasiat, Ki Bambang Tribawono dan juga Ki Redi Mbelung.

Sebelum acara dimulai, pagelaran wayang kulit ini dibuka oleh Sambutan Bupati Blitar yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar Suhendro Winarso.

Dalam kesempatan tersebut dia mengatakan, pagelaran wayang kolaborasi 4 dalang yang tampil bersamaan membawakan satu lakon yang sama ini baru pertama kali digelar di Blitar. Pagelaran ini diprakarsai Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Sragen, sebagai wadah untuk menguatkan persatuan dalang khususnya di Blitar.

"Pagelaran wayang kulit yang dimainkan oleh 4 dalang sekaligus dengan lakon yang sama ini adalah kali pertama di gelar. Dan merupakan persembahan dari Pepadi yang bekerjasama dengan Dinas Parbudpora Kabupaten Blitar untuk memperingati hari wayang sedunia yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia," ungkap Suhendro saat memberikan sambutan.

Suhendro menjelaskan, pagelaran wayang kulit dalam rangka hari wayang sedunia kali ini untuk seluruh dalang yang tampil merupakan dalang asli dari Blitar. Menurutnya, Blitar memiliki jumlah dalang yang terbesar se Indonesia. Tercatat ada 166 dalang yang aktif dan terdaftar di Pepadi Kabupaten Blitar.

"Itupun belum termasuk dalang-dalang yang sedang dalam proses pembelajaran. Kalau dihitung kira-kira ada 250 lebih dalang yang ada di Blitar. Untuk kita ketahui bersama dalang Blitar juga memiliki cengkok yang khas dan berbeda dengan dalang-dalang di daerah lain," papar Suhendro yang di kesempatan ini juga tampil ndalang. 

Menurutnya, hal ini tentu menjadi suatu kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Blitar dengan kekayaan budayanya. Pagelaran wayang kulit yang dimainkan oleh empat dalang sekaligus ini diawali dengan pembukaan lakon yang dibuka oleh satu dalang dan disusul tiga dalang lainnya.

"Ini adalah suatu kebanggaan bagi kita semua karena memiliki suatu kekayaan budaya yang luar biasa dari Blitar. Dan tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama bagaimana dalang-dalang Blitar dengan wayang kulitnya bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia," katanya.

Perlu diketahui, pagelaran wayang kulit ini juga sebagai rangkaian dari kegiatan Festival Kresnayana yang sukses digelar di Candi Penataran sehari sebelumnya. Nampak hadir dalam acara ini Bupati Blitar Rijanto bersama jajaran Forkompimda beserta sejumlah perangkat Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kabupaten Blitar, pegiat budaya dan juga elemen masyarakat.(*)