Kanit Laka saat menunjukan mobil yang menabrak korban (ist)
Kanit Laka saat menunjukan mobil yang menabrak korban (ist)

Kasus tabrak lari yang menewaskan dua tukang sampah di Jalan Mayjend Sungkono, Kedungkandang, tepatnya di depan Telecenter Kota Malang pada 29 November 2019 saat ini masih terus dalam penanganan pihak Kepolisian Unit Laka Polresta Malang Kota.

Perkembangan pasca kejadian kecelakaan maut tersebut, saat ini pihak kepolisian masih belum melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap pelaku tabrak lari yakni KAP , warga Perum Puri Cempaka Putih II BI 7, maupun keluarga korban tabrak lari.

"Masih belum diperiksa, keluarga meminta waktu karena memang yang bersangkutan (pengemudi mobil) masih shock, pasca kejadian yang bersangkutan ini bingung, ketakutan harus gimana dan melapor pada siapa," ungkap Kanit Laka, Iptu Deddy Catur ditemui di Kantor Unit Laka Polresta Malang Kota. 

Lanjutnya, selain pemeriksaan terhadap pengemudi Pajero yang menabrak dua korban belum diperiksa, pihak kepolisian juga belum memeriksa atau meminta keterangan lebih lanjut terhadap keluarga korban kecelakaan.

"Masih belum kami ambil keterangannya juga. Kami masih menunggu keluarga korban selesai berduka, ya mungkin tiga harian, kami akan ke sana. Namun ada salah satu petugas yang memang rumahnya tetangga dengan korban kami minta dia juga berkomunikasi menyampaikan perkembangan kesiapan keluarga korban kepada kami," bebernya. 

Selain itu, keluarga pengemudi Pajero maut, juga sempat meminta pihak kepolisian untuk melakukan pendampingan menyambangi keluarga korban untuk meminta maaf serta memberikan santunan.

"Namun meskipun ada itikad baik, seperti santunan, tapi nanti itu tidak menghapus proses hukumnya. Proses tetap berlanjut," ungkapnya.