Tangkapan layar akun pribadi staf khusus Jokowi, Billy Mambrasar yang kini ramai di lini masa (Twitter)
Tangkapan layar akun pribadi staf khusus Jokowi, Billy Mambrasar yang kini ramai di lini masa (Twitter)

Baru sepekan lebih dilantik, salah satu staf khusus milenial Presiden Joko Widodo (Jokowi), Billy Mambrasar, langsung mendapat ujian berat dari warganet. Ramai-ramai warganet mengkritik habis Billy dikarenakan membuat diksi kontroversial lewat cuitannya di lini masa, Sabtu (30/11/2019) lalu.

Yakni pemakaian redaksi "kubu sebelah" yang dituliskan Billy saat dirinya menceritakan aktivitasnya. 

"Stlh membahas ttg Pancasila (yg bikin kubu sebelah megap2), lalu kerja mendesign kartu Pra-kerja di Jkt, lalu sy ke Pulau Damai penuh keberagaman: BALI! Utk mengisi materi co-working space,mendorong bertambahnya jumlah entrepreneur muda,utk pengurangan pengangguran&angka kemiskinan.” cuit Billy.

Pemilihan diksi "kubu sebelah" inilah yang memantik protes keras warganet dan dinilai mengundang kegaduhan. Pasalnya, Billy dan staf khusus milenial Jokowi ini ditugaskan pula membantu mengkonsep kartu prakerja dan pengarusutamaan ideologi Pancasila pada anak muda. Tugas yang akhirnya berseberangan dengan cuitan Billy dengan cuitannya tersebut. 

Walau Billy telah menghapus cuitan itu, warganet kadung marah dan terus mengejarnya lewat kritik pedas dalam beberapa hari ini di lini masa.
Blunder itu pun direspon Billy dengan tujuh point klarifikasi di akun Twitternya @kitongbisa. Sayangnya, klarifikasi itu bukannya membuat warganet memaklumi kesalahan pemilihan diksi "kubu sebelah", tapi malah menjadi blunder berikutnya  bagi Billy.

"Ilmu jadi kiper kau jago juga. Omonganmu udah kayak Buffon dan Peter Schemeichel dalam menyelamatkan gawang," cuit @asuhan101010101 memberikan kritik pedasnya atas klarifikasi Billy.

Berbagai upaya Billy memberikan penjelasan, misalnya terkait diksi "kubu sebelah" yang disebutnya sebagai kesalahan interpretasi warganet, tak bisa menyelamatkannya dari jempol kemarahan warganet.

“Untuk yg salah mengartikan "KUBU SEBELAH", maksud saya dari KUBU SEBELAH adalah HATERS atau ORANG2 PESIMIS terhadap progress kinerja saya.. Jgn diartikan kubu sebelah seperti lagi jaman Pilpres, TIDAK ADA hubungannya kesitu.. Krn saya tdk bermaksud ke arah situ!” cuit klarifikasinya.

Cuitan itu menjadi blunder berikutnya dan mendapatkan komentar miring dari @GuccianoRie yang menuliskan, "Belajar lagi menyusun kalimat dgn baik dan benar dan pahami pengkondisian posisi anda saat ini. anda dipekerjakan untuk bisa mengkondisikan profesionalitas anda pada tempat yg tepat. demikian yg saya pahami dgn tugas anda saat ini," cuit yang ditujukan ke @kitongbisa.

Reaksi warganet lainnya pun senada, dimana mereka nilai Billy sebagai staf khusus Milenial Jokowi serta mendapat gaji Rp 51 kita per bulan ini, tak pantas melakukan hal sekelas buzzer rupiah.


Anna_MaSue menciutkan, "An*******... Gw pikir jadi StafSus Presiden orang cerdas semua! Gak taunya ada BUZZER yang disamarkan!," ujarnya yang senada dengan @saifuddeen89.
"Anda bukan lagi Buzzer kelompok sebelah. Anda Staffsus presiden Indonesia. Bukan Presiden Indonesia Sebelah. Belajar lg yg bener dan perbaiki gaya komunikasi Anda," cuitnya pula mengingatkan Billy.

Serangan bertubi-tubi warganet atas pemakaian diksi kubu sebelah serta klarifikasi lanjutan Billy meminta maaf, ternyata tak membuat warganet menerimanya begitu saja. Kembali, pemilihan diksi Billy dalam klarifikasinya mengundang cemooh.

@kukupuku_ menjawab klarifikasi Billy sebagai berikut :
"hahaha mereka selalu sama, selalu harus ada klarifikasi, bahkan utk hal pilihan diksi, sangat menyedihkan. Padahal kita dg mudah bisa membaca apa yg dipikirkannya dr diksinya. Klarifikasi hanya semakin meyakinkan dugaan atas bacaan kita," cuitnya menyikapi klarifikasi Billy melalui @kitongbisa sebagai berikut :
Part 1: Assalamu'alaikum dan salam sejahtera utk kita semua. Sy pertama memohon maaf atas kesalahpahaman yg muncul krn salah 1 cuitan sy yg menggunakan kata yg menimbulkan multitafsir, yaitu kata: "Kubu".

Part 2: Bahwasanya sy tdk bermaksud tendensius ke kelompok masyarakat manapun. Sy sdh melakukan klarifikasi &utk menghindari polemik berlanjut telah menghapus twit trsbt. Saya dgn ini memohon utk dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya krn kesalah pahaman tsb.

Ada 5 cuitan panjang klarifikasi Billy lainnya untuk meredam gaduh dan marahnya warganet itu. Sayangnya, berbagai cuitan itu malah semakin membuat warganet juga melontarkan berbagai kritik pedas dan tajamnya. Apalagi klarifikasi part 7 yang dituliskan Billy terkait posisinya sebagai sebagai Pejabat Publik.

"Part 7: Adapun sbg Pejabat Publik, sy bertanggungjwb bekerja bagi seluruh msykt Indonesia.Mohon dukungannya agar sy dpt bekerja secara amanah, objektif&jujur u/ seluruh bangsa Indonesia,apapun agamanya, sukunya&bahasanya. Mohon doa restunya& maafkan bila ada kekhilafan," cuit @kitongbisa.

@kabay4n_ menyampaikan sebagai berikut :
1. Pejabat publik?
~ Lagaknya...
2. Bertanggungjwb bkr bagi sluruh msykrt?
~ Tapi yang protes pada diblok (jng² next yg gw jg diblok)
3. Objektif? 
~ Diawal saja sudah salah ada kalimat kubu.


Hal senada dicuitkan @RosaHerdiansyah, "Kamu salah mengolah kata Boss, apapun agama kamu, belajarlah mengolah kata! 51jt dari keringat kami buat Kamu yang tak mampu mengolah kalimat sesederhana itu adalah kesia-siaan! Kamu baca lagi makna Bhineka Tunggal Ika! Kau bs buat bangsa ini terbelah (lagi)," tegasnya.

Komentar miring dan nada marah warganet atas Billy ini juga direspon dengan berbagai masukan positif dari warganet. Seperti yang dipertunjukkan oleh akun @victorpangkey yang memberikan beberapa kritik membangun untuk Billy dalam bermain twitter.

"Dear pace Billy, ada beberapa hal yg mungkin bisa dipertimbangkan
1Jangan gunakan kata Pejabat Publik, bisa gunakan mis Abdi Masyarakat,
2.Bisa saja laporkan apa hasil anda tp jng memuji hasil atau bgmna hebatnya anda sdh menunaikannya melainkan dg kerendahan hati anda
sampaikan msh bnyk  rencana2 yg belum tuntas dan perlu kerja lebih keras lg untuk mencapainya, ingat anda Abdi Negara yg dilihat oleh orang banyak biarkan mreka yg menilai anda, bukan anda yg nenilai diri anda
3 Hindari narasi anda dr satu kelompok tertentu dan ada kelompok lain diluar kelompok anda, karena anda mengabdi untuk semua masy
4 Tidak perlu membalas para haters anda dg cuitan melainkan balas dg kerja untuk kepentingan semua. GBU.