Petugas dari Pemkab Blitar menyemprotkan disinfektan di Ponpes Mahyajatul Qurro (PPMQ) di Desa Kunir, Kecamatan Wonodadi.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Petugas dari Pemkab Blitar menyemprotkan disinfektan di Ponpes Mahyajatul Qurro (PPMQ) di Desa Kunir, Kecamatan Wonodadi.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus Corona atau COVID-19 Kabupaten Blitar melakukan upaya pencegahan melalui penyemprotan cairan disinfektan ke sejumlah fasilitas umum dan tempat berkumpul warga. 

Kali ini berlangsung di 3 lingkungan Pondok Pesantren di Kecamatan Wonodadi, Selasa (24/3/2020).

Salah satu sasaran petugas ialah Ponpes Mahyajatul Qurro (PPMQ) di Desa Kunir, Kecamatan Wonodadi. Petugas menyasar tempat-tempat pertemuan para santri, ruang kamar tidur, kamar mandi, pagar serta pegangan pintu.  Penyemprotan cairan anti kuman penyakit ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona dengan cara memutus mata rantainya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas juga memberikan sosialisasi kepada para santri untuk pencegahan virus Corona salah satunya dengan rajin mencuci tangan.

Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Achmad Cholik, menyampaikan penyemprotan disinfektan di pondok pesantren ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Blitar. 

Dalam pencegahan virus Corona Bupati menginstruksikan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 untuk melakukan penyemprotan disinfektan di fasilitas umum, pondok pesantren, ruang publik, tempat ibadah dan lainya.

“Hari ini di Wonodadi, selain penyemprotan disinfektan kami juga memberikan sosialisasi. Agar santri disini ikut menjaga kebersihan dan ikut menjaga lingkungan serta ikut serta dalam pencegahan virus Corona,” ujar Achmad Cholik.

Dikatakanya, upaya pencegahan virus Corona dengan penyemprotan dimasifkan oleh Pemkab Blitar. 

Selain di Wonodadi, pada hari yang sama juga dilaksanakan kegiatan serupa di wilayah Blitar selatan tepatnya di Kecamatan Wonotirto.

Cholik juga berpesan kepada masyarakat agar mematuhi imbauan-imbauan yang disampaikan pemerintah sebagai upaya pencegahan virus Corona.

“Kami himbau kepada masyarakat untuk mematuhi anjuran, imbauan dan perintah dari pemerintah untuk berdiam dirumah dulu sampai kondisi benar-benar aman. Kemudian jaga jarak, sosial distancing.  Biar kami yang bekerja, bapak dan ibu serta anak-anak tetap berdiam dirumah dan selalu jaga kesehatan. Bersihkan diri bila baru saja melakukan kontak dengan orang-orang di luar keluarga. Lalu tetap menjaga kebersihan dengan membersihkan lantai dan fasilitas dirumah dengan alat-alat kebersihan dan cairan pembersih,” tegasnya.

Sementara itu Pengasuh Pondok Pesantren Ponpes Mahyajatul Qurro (PPMQ), KH Masdain Rifai, mengatakan sejak merebaknya virus Corona pihak pondok selalu berupaya menjaga diri.

Ponpes juga berupaya mengikuti anjuran pemerintah dengan melaksanakan imbauan kepada masyarakat agar patuh dengan kebijakan pemerintah.

Langkah masif pun dilakukan dengan berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. 

Pihak ponpes meminta kepada dinas untuk penyediaan obat-obatan dan penyemprotan disinfektan di lingkungan pesantren.

“Kami sadar betul ancaman virus ini. Oleh sebab itu kami rutin melakukan penyemprotan di lingkungan pondok kami. Sebelum ini kami sudah berkali-kali melakukan penyemprotan disinfektan dengan biaya sendiri. Alhamdulilah, hari ini tim dari Pemkab melakukan penyemprotan di lingkungan pondok kami. Ini sebagai upaya menjaga agar komunitas santri ini terhindar dari Corona,” kata Kiai Dain.

Beragam kebijakan juga dilakukan pondok pesantren agar para santri terhindar dari wabah Corona. 

Di antaranya melarang santri keluar-masuk pondok. Kiai Dain juga memastikan kegiatan belajar dan mengaji di pondoknya tetap berjalan lancar tanpa hambatan di tengah ancaman wabah Corona.

“Santri untuk selalu diam di pesantren. Di pesantren kami untuk saat ini, santri tidak boleh beraktivitas di luar, orang santri tugasnya adalah mencari ilmu dan belajar. Maka saya ajak santri disini untuk menjaga kebersihan, mengatur kehidupan yang semestinya dan selalu isi hidupnya dengan belajar. Yang terpenting lagi, hindari aktivitas yang bersentuhan dengan banyak orang di luaran sana,” paparnya.

Pesantren di Blitar Barat yang terkenal sebagai pencetak penghafal Al Quran ini juga memperketat prosedur jam besuk bagi wali santri. 

Ini dilakukan juga sebagai bentuk pencegahan virus Corona.

“Santri kami selalu ada di dalam. Dan wali santri saja untuk ketemu tidak segampang asal panggil. Harus cuci tangan dulu dlsb. Kegiatan kami di pesantren tetap utuh, dan kalau kami lepas ke wali santri nanti dirumah saya pikir malah repot nanti orang tuanya mengendalikan. Oleh sebab itu wali santri sepakat agar anak-anak mereka tetap berada di pondok dengan jam besuk sesuai aturan yang ditetapkan,” pungkasnya.(*)