Forkopimda Kota Blitar meninjau kawasan Tertib Physical Distancing
Forkopimda Kota Blitar meninjau kawasan Tertib Physical Distancing

Dandim 0808/Blitar Lektol Inf Kris Bianto bersama Plt Wali Kota Blitar Santoso dan Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela melaksanakan peninjauan kawasan tertib physical distancing (jaga jarak fisik) pada perumahaan dan pada ruas jalan tertentu di wilayah Kota Blitar, Sabtu (28/3/2020) malam. 

Kawasan ini diterapkan sebagai kawasan tertib physical distancing guna mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Kris Bianto, memberlakukan kawasan tertib physical distancing pada perumahan dan ruas jalan tertentu di Kota Blitar dimulai pada 28 Maret 2020 sampai dengan batas waktu yang belum bisa ditentukan.

"Ini kita berlakukan karena melihat situasi dan kondisi yang terjadi saat ini sebagai upaya pemerintah dalam mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di wilayah Kota Blitar," kata Dandim 0808/Blitar.

Lanjut Dandim 0808/Blitar juga berharap, dengan diterapkannya kawasan tertip physical distancing pada perumahan dan ruas jalan ini, agar seluruh warga Kota Blitar betul-betul mentaati dan mengikuti apa yang sudah ditentukan.

“Dengan harapan apa yang sudah diupayakan oleh Jajaran Forpimda Kota Blitar ini dapat berhasil secara maksimal guna mencegah penyebaran Covid 19 di Indonesia khususnya Kota Blitar,” tandasnya.

Sementara itu Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela, menyampaikan ada beberapa kawasan physical distancing di wilayah Polres Blitar Kota. Di wilayah Kota Blitar meliputi  2 perumahan di Kecamatan Kepanjenkidul, 2 perumahan di Kecamatan Sukorejo, 1 perumahan di Kecamatan Sananwetan.

Sementara di Kabupaten Blitar meliputi 1 desa di Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar yakni Desa Gandekan Ponpes Mantenan di Desa Udanawu Kabupaten Blitar, 1 perumahan di Desa Jatilengger, 1 perumahan di Kecamatan Nglegok, 1 perumahan di Kecamatan Sanankulon dan 1 perumahan di Kecamatan  Srengat.

Dikatakan Kapolres, dengan menerapkan physical distancing. Perumahan tersebut akan membatasi orang luar masuk ke permukiman untuk mencegah penularan virus Corona atau Covid-19.

Selain orang luar, warga perumahan juga bersepakat untuk membatasi mobilitasnya kecuali untuk hal mendesak. Seperti bekerja, berobat dan berbelanja kebutuhan pokok.

"Physical distancing ini sesuai anjuran pemerintah demi memutus rantai penyebaran Covid-19," kata Leonard.(*)